Medvedev sebut ancaman Trump keluar dari NATO hanya “Taktik Pertunjukan”

Dmitry MedvedevSputnik

AIRSPACE REVIEW – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana penarikan Amerika Serikat dari NATO hanyalah retorika belaka.

Medvedev meyakini kendala kelembagaan di Washington akan menghalangi langkah drastis tersebut.

“Tentu saja, baik Trump maupun Amerika tidak akan meninggalkan NATO. Tidak ada gunanya, dan Kongres tidak akan mengizinkannya,” ujar Medvedev dikutip media Rusia pada 3 April.

Menurutnya, hambatan hukum di AS menjadi benteng utama yang menjaga keutuhan aliansi tersebut.

Meski meragukan AS akan benar-benar keluar, Medvedev mencatat bahwa Washington masih memiliki celah untuk mengguncang kohesi aliansi.

Langkah-langkah terbatas, seperti pengurangan jumlah personel atau pembatasan pasokan militer tertentu, dinilai tetap mampu melemahkan solidaritas internal NATO.

Pernyataan Medvedev muncul di tengah memanasnya kembali debat di Washington dan Eropa setelah Trump secara terbuka menyatakan sedang mempertimbangkan penarikan diri.

Retorika ini memicu ketidakpastian mendalam mengenai masa depan komitmen keamanan AS terhadap mitra transatlantiknya di Eropa.

Analis mencatat bahwa meskipun hukum AS melarang Presiden meninggalkan NATO tanpa restu Kongres, kapasitas operasional aliansi tetap rentan.

Penyesuaian dukungan militer secara sepihak oleh AS dianggap cukup untuk merusak kesatuan politik dan kekuatan tempur kolektif mereka.

Ketegangan ini terjadi di tengah renggangnya hubungan AS dan sekutu Eropanya, terutama terkait perbedaan posisi mengenai kebijakan militer di Timur Tengah.

Beberapa pejabat menyebut situasi saat ini sebagai salah satu krisis hubungan transatlantik paling serius dalam beberapa dekade terakhir.

Bagi Moskow, perpecahan internal ini merupakan indikator kelemahan struktural di dalam tubuh NATO.

Rusia secara konsisten menyoroti perbedaan kepentingan antara Washington dan ibu kota negara-negara Eropa sebagai titik lemah yang terus mereka pantau.

Ancaman Trump untuk meninggalkan NATO memang bukan hal baru. Namun, pernyataan terbarunya muncul pada momen krusial saat gesekan politik antara AS dan Eropa berada di titik tertinggi, menambah ketidakpastian arah masa depan aliansi pertahanan terbesar di dunia tersebut. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *