AIRSPACE REVIEW Angkatan Udara dan Antariksa Prancis (Armée de l’Air et de l’Espace) telah berhasil menguji coba mendaratkan pesawat angkut militer A400M Atlas di atas lapisan es Arktik dalam latihan Tunupex & Uppick 2026.
Ujic oba ini dilaksanakan oleh EM ATT 01.338 “Albret,” sebuah unit khusus yang bertanggung jawab untuk memajukan konsep pengangkutan udara taktis dan eksperimen operasional.
Misi ini dilakukan guna memvalidasi kemampuan pesawat A400M untuk beroperasi tanpa landasan pacu yang disiapkan di kondisi kutub yang ekstrem.
Pendaratan tersebut dilakukan di fjord Kap Harald Moltke pada sekitar 82 derajat lintang utara, menempatkannya jauh di dalam zona operasional Arktik di mana suhu mencapai sekitar -25 derajat Celcius.
Disebutkan, pesawat A400M dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 140 ton ini mendarat di jalur es alami yang panjangnya kurang dari 1.400 m dan terletak hanya 150 m dari garis pantai.
Tidak seperti landasan udara ekspedisi yang telah disiapkan, permukaan pendaratan terdiri dari es laut yang tidak diolah dan sebagian tertutup salju, tanpa pemadatan atau penguatan sebelumnya oleh peralatan teknik berat.
Hal ini membutuhkan penilaian yang tepat tentang ketebalan es, koefisien gesekan, kinerja pengereman, dan distribusi beban di seluruh roda pendaratan pesawat.
Airbus A400M Atlas sendiri merupakan pesawat angkut taktis dan strategis buatan Eropa yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pesawat angkut yang lebih kecil seperti C-130 dan platform lebih besar seperti C-17.
Didukung oleh empat mesin turboprop Europrop TP400-D6, pesawat ini dapat membawa muatan hingga 37 ton. Di dalam perutnya dapat menampung termasuk kendaraan lapis baja, helikopter, dan peralatan berat.
Pesawat dibekali avionik canggih termasuk kontrol fly-by-wire, dan sistem roda pendaratan yang diperkuat memungkinkan operasi di permukaan yang lunak, kasar, atau semi siap di mana pun. (RBS)

