Peran krusial EC-130H Compass Call dalam Operasi Epic Fury: Melumpuhkan saraf militer Iran

EC-130H Compass CallWikipedia

AIRSPACE REVIEW – Komando Wilayah Tengah AS (CENTCOM) mengonfirmasi penggunaan operasional pesawat perang elektronik EC-130H Compass Call dalam Operasi Epic Fury yang masih berlangsung.

EC-130H, kata CENTCOM, dilibatkan untuk melumpuhkan kemampuan komando dan kendali pasukan Iran. Pesawat ini menarget pusat komando, fasilitas Korps Garda Revolusi Islam, pangkalan intelijen, posisi rudal balistik, sistem pertahanan udara, dan lokasi produksi senjata.

Hingga pertengahan Maret 2026, Amerika Serikat telah menghancurkan lebih dari 6.000 target di berbagai wilayah teritorial Iran. Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi serangan elektronik yang dilancarkan Compass Call.

Target yang berhasil dihancurkan pasukan AS, termasuk lebih dari 90 kapal Iran berbagai tipe, termasuk kapal penebar ranjau.

Operasi Epic Fury disusun sebagai kampanye multidomain, yang menggabungkan pesawat pembom strategis, pesawat tempur taktis, pesawat pengintai, sistem anti-rudal, dan platform peperangan elektronik.

Dalam skenario ini, EC-130H memainkan peran sentral dalam melakukan serangan elektronik yang bertujuan untuk melemahkan jaringan komunikasi militer Iran, secara drastis mengurangi kemampuan koordinasi antar unit dan menghambat respons terorganisir terhadap serangan udara.

Pesawat ini beroperasi dengan memancarkan sinyal elektromagnetik berdaya tinggi yang mampu mengganggu radio, tautan data, dan komunikasi satelit.

Jenis gangguan ini mengurangi efektivitas pertahanan Iran dan meningkatkan kerentanan terhadap serangan presisi yang dilakukan oleh platform lain.

Sementara EC-130H menetralisir komunikasi musuh, pesawat pembom B-1, B-2, dan B-52 melakukan serangan jarak jauh, sedangkan pesawat tempur seperti F-15, F-16, F/A-18, F-22, F-35, dan A-10 melaksanakan misi taktis terhadap target strategis.

Secara bersamaan, pesawat seperti EA-18G Growler bekerja sama dengan Compass Call untuk memperkuat efek peperangan elektronik pada sistem Iran.

Dukungan intelijen dan pengawasan disediakan oleh platform seperti U-2, RC-135, dan P-8 Poseidon, serta drone MQ-9 Reaper, yang memberikan data waktu nyata untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan target.

Di darat, sistem Patriot dan THAAD memperkuat pertahanan terhadap potensi serangan balasan rudal balistik, sementara solusi anti-drone dan sistem C-RAM melengkapi perlindungan pasukan yang dikerahkan di wilayah tersebut.

EC-130H Compass Call dikembangkan dari pesawat C-130 Hercules saat Perang Dingin. EC-130H mulai dioperasikan sejak tahun 1980-an dan banyak digunakan dalam konflik seperti Perang Teluk, serta operasi di Irak, Afghanistan, dan Balkan.

Selama bertahun-tahun, pesawat ini telah mengalami beberapa modernisasi untuk mengikuti perkembangan komunikasi digital dan struktur komando jaringan, sehingga tetap relevan dalam skenario pertempuran modern.

Compass Call dilengkapi dengan perangkat peperangan elektronik kompleks yang dioperasikan oleh para spesialis yang memantau spektrum elektromagnetik secara waktu nyata.

Para operator ini mengidentifikasi sinyal musuh, menganalisis pola komunikasi, dan mengarahkan gangguan ke frekuensi tertentu, menggunakan basis data intelijen untuk memaksimalkan efektivitas tindakan mereka.

Di bagian luar, beberapa antena dan radome memungkinkan intersepsi dan transmisi sinyal di berbagai rentang frekuensi.

Meskipun saat ini masih penting, EC-130H secara bertahap digantikan oleh EA-37B Compass Call, versi yang lebih modern berdasarkan jet eksekutif yang dimodifikasi, dengan efisiensi dan kemampuan yang lebih besar untuk beroperasi di lingkungan yang sangat rawan konflik.

Meskipun demikian, penggunaan pesawat ini dalam Operasi Epic Fury menandai kemampuan dan perannya yang masih relevan. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *