China mengumumkan anggaran pertahanan 2026 sebesar 277 miliar USD, Pentagon: Sebenarnya mencapai 526 miliar USD

Rudal JL-1 ChinaVia X

AIRSPACE REVIEW – China pada 5 Maret mengumumkan anggaran pertahanan untuk tahun anggaran 2026 sebesar 1,91 triliun yuan (277 miliar USD atau sekitar Rp4.670 triliun), meningkat 7% dari anggaran tahun sebelumnya.

Tahun lalu, anggaran pertahanan China dilaporkan sebesar 1,78 triliun yuan (245 miliar USD).

Besaran anggaran pertahanan tersebut diumumkan dalam Sidang Pleno ke-4 Kongres Rakyat Nasional ke-14, seperti dilaporkan media.

Dibandingkan dengan anggaran pertahanan Amerika Serikat yang mencapai 900 miliar USD (2,8% dari PDB AS), anggaran pertahanan yang diumumkan Beijing ini tentu masih terbilang jauh.

Media menyoroti pengeluaran pertahanan China masih 1,3% dari Produk Domestik Bruto.

Kantor berita pemerintah, Xinhua, mengutip pernyataan para pejabat melaporkan bahwa China menyesuaikan anggaran pertahanannya tersebut untuk memenuhi tuntutan keamanan nasional dan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan di dunia yang berubah dengan cepat.

Meski demikian, berbagai asumsi yang beralasan menyebut pengeluaran pertahanan China sebenarnya lebih tinggi dari yang dirilis.

Departemen Perang AS (Pentagon) mengacu pada laporan publik yang membahas ancaman China, bahkan menduga pengeluaran pertahanan Negeri Tirai Bambu bisa mencapai 40-90% lebih besar, atau sekitar 388-526 miliar USD, atau sekitar 1,83% hingga 2,48% dari PDB China.

Disebutkan bahwa China telah meningkatkan pertumbuhan komposisi numerik angkatan laut dan angkatan udaranya, sistem persenjataan rudal, dan arsenal nuklirnya, menurut studi yang dilakukan CSIS setengah tahun yang lalu. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *