Arab Saudi bombardir aset militer Uni Emirat Arab di Pelabuhan Mukalla Yaman
RSAF AIRSPACE REVIEW – Sejumlah jet tempur Arab Saudi dilaporkan telah membombardir aset-aset militer Uni Emirat Arab (UEA) yang ada di Pelabuhan Mukalla di Yaman pada Selasa (10/12). Riyadh beralasan, UEA telah menyuplai senjata untuk mendukung kelompok separatis di Yaman.
Akibat serangan udara tersebut, sejumlah kendaraan militer rusak dan terlihat dalam foto-foto yang beredar di media sosial.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency, militer Arab Saudi menyebut serangan tersebut menargetkan senjata dan kendaraan tempur yang baru dibongkar dari kapal-kapal yang datang dari Fujairah, kota pelabuhan di pantai timur UEA.
Aset-aset militer tersebut diklaim ditujukan bagi Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC). Disebutkan bahwa awak kapal telah menonaktifkan perangkat pelacakan sebelum membongkar muatan.
“Mengingat senjata-senjata tersebut merupakan ancaman yang segera dan eskalasi yang membahayakan perdamaian serta stabilitas, Angkatan Udara Koalisi melaksanakan serangan udara terbatas,” bunyi pernyataan militer Saudi.
Serangan tersebut dilakukan pada malam hari untuk memastikan tidak terjadi kerusakan tambahan terhadap warga sipil.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, dan belum jelas apakah militer selain Arab Saudi turut terlibat dalam operasi tersebut.
Untuk pertama kalinya secara terbuka, Arab Saudi secara langsung mengaitkan kemajuan STC di Yaman dengan dukungan UEA.
Dalam pernyataan keras, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut langkah Abu Dhabi sebagai ancaman serius.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi, dua sekutu lama yang selama bertahun-tahun tergabung dalam koalisi melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran, namun kini berada di sisi berlawanan dalam konflik internal Yaman.
Beberapa jam setelah serangan Arab Saudi, UEA mengumumkan akan menarik personel militernya dari Yaman dan mengakhiri personel kontra-terorisme yang tersisa atas kemauan sendiri.
Ancaman terhadap Perdamaian
Arab Saudi membenarkan serangan di Mukalla dengan dalih pertahanan dan menjaga stabilitas.
Riyadh berargumen pengiriman senjata tersebut merupakan ancaman yang segera yang dapat menggagalkan upaya perdamaian di Yaman.
Pengamat menilai, serangan tersebut meskipun digambarkan sebagai terbatas, memiliki signifikansi politik dan strategis yang luar biasa.
Ini adalah pertama kalinya Arab Saudi secara terbuka dan langsung menuduh UEA secara eksplisit melanggar kesepakatan koalisi dan mempersenjatai faksi yang bertentangan dengan pemerintah Yaman yang sah, yang didukung Saudi.
Penargetan Pelabuhan Mukalla menegaskan keinginan Arab Saudi untuk menguasai wilayah udara dan memotong jalur logistik strategis yang vital bagi STC, yang baru saja merebut kota pelabuhan penting di Provinsi Hadramout. (RNS)

