Korps Marinir AS jajal Fieldranger RCWS buatan domestik, dapat mengadopsi beragam senjata
American Rheinmetall AIRSPACE REVIEW – Baru-baru ini, perusahaan American Rheinmetall memberikan pelatihan kepada para operator Laboratorium Perang Korps Marinir AS tentang pengoperasian Stasiun Senjata Dikendalikan Jarak Jauh (RCWS) Fieldranger.
Pelatihan selama seminggu tersebut, diikuti oleh peserta dari unit tempur Fleet Marine Force dan Lembaga Pendukung yang menopang mereka, dilaksanakan dari Pangkalan Korps Marinir Quantico, Virginia.
Fieldranger merupakan sistem RCWS yang dirancang untuk dipasang pada berbagai kendaraan, mulai dari kendaraan nirawak, truk ringan hingga platform lapis baja berat.
Saat ini, keluarga Fieldranger mencakup empat varian. Pertama adalah Light, dengan berat kurang dari 75 kg dan dipersenjatai dengan senapan mesin 5,56 mm atau 7,62 mm.
Versi kedua disebut Multi, dengan berat sekitar 200 kg yang dapat dapat dipasangi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm atau peluncur granat otomatis 40 mm.
Lalu versi ketiga Dual, dengan berat sekitar 260 kg, yang mendukung persenjataan utama ditambah senjata sekunder koaksial.
Versi keempat disebut sebagai Fieldranger 20, yang dipersenjatai dengan kanon otomatis Oerlikon 20 mm.
Semua varian tersebut mengintegrasikan paket sensor elektro optik yang menggabungkan kamera siang hari, pencitra termal, dan pengukur jarak laser, memungkinkan operator untuk mengidentifikasi dan menyerang target dalam kegelapan total.
Keempat sistem senjata tersebut dipasang pada kendaraan robotik serbaguna Mission Master SP yang diproduksi oleh American Rheinmetall Vehicles.
Kendaraan memiliki panjang 3 m, lebar, 1,5 m, tinggi 1 m. Dengan dimensinya yang kompak, Mission Master SP bisa diangkut dalam perut helikopter CH-53 dan pesawat tiltrotor MV-22.
Kendaraan dengan berat kosong 1.100 kg ini digerakkan menggunakan motor listrik dengan baterai lithium-ion. Kecepatan maksimumnya mencapai 40 km/jam dan jangkauan operasi 54 km. (RBS)

