Sengit lawan Prancis, Rolls-Royce usulkan pusat desain mesin aero di India untuk program AMCA
Vayu Aerospace AIRSPACE REVIEW – Rolls-Royce mengambil langkah strategis untuk memenangkan proyek prestisius di India. Perusahaan raksasa dirgantara asal Inggris tersebut secara resmi mengusulkan pembangunan pusat desain mesin aero khusus di India.
Usulan tersebut untuk mendukung pengembangan bersama (co-development) sistem penggerak (propulsi) untuk program jet tempur siluman generasi kelima India, Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).
Langkah agresif Rolls-Royce dirancang untuk mengungguli pesaing global utamanya, yakni perusahaan asal Prancis, Safran, dalam perebutan kontrak pemasokan mesin jet tempur masa depan India.
Fasilitas desain yang diusulkan ini nantinya akan dibangun melalui kolaborasi dengan mitra industri lokal di India.
Program AMCA merupakan pilar utama dari upaya India untuk mencapai kemandirian di sektor kedirgantaraan militer.
Setelah mendapat persetujuan dari Komite Kabinet untuk Keamanan (CCS) pada Maret 2024, proyek bernilai miliaran dolar ini telah bergerak maju ke tahap rekayasa tingkat lanjut dan pengembangan purwarupa.
Meskipun jet tempur varian awal (AMCA Mk1) akan ditenagai oleh mesin GE F414 buatan Amerika Serikat, varian berikutnya (AMCA Mk2) membutuhkan mesin yang jauh lebih bertenaga, yaitu kelas 110–130 kilonewton (kN) yang diproduksi di dalam negeri.
Mesin generasi baru ini sangat krusial agar AMCA memiliki kemampuan supercruise, fusi sensor tingkat lanjut, dan profil siluman (stealth) yang optimal.
Demi memenuhi syarat mutlak dari pemerintah India yang menginginkan kedaulatan penuh atas mesin tersebut, Rolls-Royce menawarkan transfer teknologi (ToT) secara menyeluruh serta penciptaan hak kekayaan intelektual (IP) secara lokal.
Rolls-Royce menegaskan bahwa Pemerintah India akan memegang hak IP penuh atas mesin yang dikembangkan bersama ini.
Selain itu, perusahaan asal Inggris ini menyatakan kesiapannya untuk berbagi keahlian mendalam di bidang metalurgi, manufaktur, dan desain yang telah mereka kumpulkan selama lebih dari satu abad.
Rolls-Royce juga menyoroti rekam jejak mereka dalam pengembangan mesin F136 untuk program jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat, sebagai bukti kemampuan mereka membangun sistem propulsi generasi kelima dari nol.
Perwakilan Rolls-Royce menyatakan, transfer pengetahuan dasar ini akan diatur dalam kerangka kerja yang ketat dan disetujui bersama oleh pemerintah India dan Inggris.
Dalam diskusi tingkat tinggi yang berlangsung pada awal tahun 2026, manajemen Rolls-Royce menegaskan kembali komitmen ini dan memaparkan peta jalan (roadmap) yang memproyeksikan India sebagai pusat global utama untuk operasi teknik mereka.
Sementara itu, perusahaan kedirgantaraan terkemuka asal Prancis tersebut juga telah mengajukan proposal yang tidak kalah agresif untuk proyek AMCA.
Safran telah sepakat untuk bermitra langsung dengan Gas Turbine Research Establishment (GTRE) milik India guna mengembangkan desain mesin yang benar-benar baru dari awal (clean-sheet design), alih-alih hanya meningkatkan model mesin yang sudah ada.
Safran juga berkomitmen melakukan transfer teknologi penuh, termasuk untuk komponen inti bagian panas (hot-section core) yang sangat dirahasiakan.
Kedua kompetitor ini sama-sama memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan militer India. Safran memiliki hubungan erat dengan Angkatan Udara India (IAF) karena saat ini memasok mesin M88 untuk armada jet tempur Rafale.
Di sisi lain, Rolls-Royce memiliki sejarah panjang dalam menyokong pesawat militer India, salah satunya adalah jet tempur serang SEPECAT Jaguar.
Saat ini, Kementerian Pertahanan India sedang mengevaluasi kedua proposal tersebut.
Keputusan akhir yang diambil nantinya dipastikan akan membentuk arah kemampuan dirgantara India selama beberapa dekade ke depan. (RF)

