Trump puji Xi Jinping sebagai pemimpin hebat, Xi: Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival
AP/Yonhap AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian tinggi kepada Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing yang menandai babak baru dinamika hubungan kedua negara adidaya dunia ini.
Dalam pertemuan tersebut, Trump menyebut Xi sebagai pemimpin yang hebat dan pria yang sangat dihormati.
Sementara Xi menyerukan agar kedua negara menjalin hubungan sebagai mitra dan bukannya rival.
Berbicara di hadapan awak media, Trump menekankan kekagumannya terhadap kepemimpinan Xi Jinping.
Presiden ke-45 dan ke-47 AS yang dikenal dengan gaya diplomasinya yang langsung ini, menyatakan bahwa hubungan personal yang kuat antara dirinya dan Xi adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai masalah global yang kompleks.
“Presiden Xi adalah pemimpin yang sangat hebat. Dia adalah orang yang sangat dihormati oleh rakyatnya dan juga di seluruh dunia,” ujar Trump.
Trump juga menambahkan bahwa pembicaraan mereka berlangsung sangat produktif dan mencakup berbagai topik sensitif, mulai dari perdagangan hingga isu keamanan internasional.
Di sisi lain, Presiden Xi Jinping membawa pesan stabilitas yang kuat. Dalam pernyataannya, Xi menekankan bahwa dunia saat ini membutuhkan hubungan AS-China yang sehat dan stabil.
Ia menegaskan bahwa konfrontasi hanya akan merugikan kedua belah pihak dan juga stabilitas global.
“Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival. Kita harus mencari titik temu meskipun memiliki perbedaan,” kata Xi.
Ia menggarisbawahi bahwa jika kedua negara bekerja sama, mereka dapat mencapai hal-hal besar yang bermanfaat bagi seluruh dunia.
Xi juga menekankan pentingnya saling menghormati kedaulatan dan kepentingan inti masing-masing negara sebagai fondasi hubungan diplomatik.
Meskipun suasana pertemuan terlihat hangat, kedua pemimpin tetap menyentuh isu-isu krusial yang selama ini menjadi ganjalan hubungan bilateral.
Isu perdagangan menjadi salah satu fokus utama, di mana Trump sebelumnya sering mengkritik ketidakseimbangan neraca perdagangan dengan China.
Namun, dalam pertemuan ini, fokus dialihkan pada bagaimana menciptakan perdagangan yang “adil dan timbal balik” tulis News18.
Selain ekonomi, isu keamanan regional seperti situasi di Semenanjung Korea dan ketegangan di Laut China Selatan juga turut dibahas.
Kedua pemimpin sepakat bahwa komunikasi militer tingkat tinggi perlu terus dijaga untuk mencegah terjadinya salah paham atau insiden yang tidak diinginkan.
Pertemuan kedua pemimpin disambut positif oleh komunitas internasional dan pelaku pasar global.
Nada rekonsiliasi yang ditunjukkan oleh Trump dan Xi memberikan harapan akan berkurangnya ketegangan perang dagang yang sempat mengguncang ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Para analis politik menilai bahwa meskipun persaingan antara AS dan China tidak akan hilang begitu saja, kemauan kedua pemimpin untuk duduk bersama dan berbicara dengan nada yang lebih bersahabat adalah langkah awal yang sangat penting.
Pertemuan ini dianggap sebagai upaya untuk menetapkan “pagar pembatas” agar kompetisi di antara kedua negara tidak berubah menjadi konflik terbuka. (RF)

