Bukan mesin jet biasa: XA102 calon ‘Jantung Digital’ jet tempur masa depan AS
Pratt & Whitney AIRSPACE REVIEW – GE Aerospace mengumumkan pencapaian signifikan dalam pengembangan mesin jet tempur masa depan. Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat ini telah menyelesaikan tahapan Assembly Readiness Review (ARR) untuk mesin adaptive cycle XA102.
Pembuatan mesin ini menjadi sebuah tonggak penting dalam program Next Generation Adaptive Propulsion (NGAP) milik Angkatan Udara AS (USAF).
Pencapaian ARR ini memvalidasi bahwa desain mesin, proses manufaktur, serta rantai pasokan XA102 berjalan sesuai jadwal.
Keberhasilan ini sekaligus memosisikan GE Aerospace dalam persaingan ketat untuk fase program selanjutnya yang diharapkan akan diputuskan pada akhir tahun 2026.
Salah satu kunci kesuksesan tonggak sejarah ini adalah penggunaan model mesin digital yang komprehensif.
GE Aerospace menerapkan pendekatan model-based definition yang menggantikan cetakan teknik dua dimensi tradisional dengan kerangka kerja digital terintegrasi. Sistem ini mencakup seluruh aspek mulai dari desain, manufaktur, hingga proses inspeksi.
“Dengan selesainya Assembly Readiness Review, kami menunjukkan kematangan desain mesin XA102 dan kekuatan pendekatan digital-first kami dalam mengembangkan sistem propulsi generasi berikutnya,” ujar Steve “Doogie” Russell, Wakil Presiden dan Manajer Umum Edison Works di GE Aerospace.
Ia menambahkan bahwa integrasi digital penuh ini memungkinkan perusahaan untuk menghadirkan kemampuan canggih lebih cepat dan dengan presisi yang lebih tinggi bagi kebutuhan militer.
XA102 merupakan evolusi terbaru dari lini mesin adaptive cycle GE Aerospace, yang dibangun berdasarkan keberhasilan program XA100 sebelumnya.
Berbeda dengan mesin turbofan konvensional, mesin adaptive cycle memiliki aliran udara ketiga (third stream) yang dapat menyesuaikan diri secara dinamis tergantung pada kondisi penerbangan.
Sistem manajemen mesin akan mengoptimalkan efisiensi bahan bakar saat melakukan penerbangan jelajah (cruise), namun dapat segera beralih memberikan daya dorong (thrust) maksimal saat melakukan manuver pertempuran.
Berdasarkan estimasi sebelumnya, teknologi mesin adaptif ini mampu memberikan efisiensi bahan bakar sekitar 25 persen lebih baik dibandingkan mesin F135 yang saat ini menjadi jantung pacu jet tempur siluman F-35.
Dengan selesainya komitmen teknis Fase 1 ini, GE Aerospace kini bersiap untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya guna mendukung armada pesawat tempur generasi mendatang USAF.
Meskipun GE Aerospace telah mencapai kemajuan signifikan dengan XA102, persaingan di program NGAP masih sangat ketat.
GE harus berhadapan dengan Pratt & Whitney yang mengandalkan mesin XA103.
Kedua perusahaan ini terus berpacu dalam pengembangan teknologi adaptive cycle sebelum Angkatan Udara AS menjatuhkan pilihan finalnya, yang diprediksi baru akan diumumkan pada akhir tahun 2026. (RF)

