Iran siap bahas isu nuklir saat waktunya tiba, Baghaei: Fokus utama saat ini hentikan perang

Esmail BaghaeiIranian MFA

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Iran menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir di masa mendatang. Teheran menegaskan kesiapannya untuk membahas persoalan tersebut apabila waktunya sudah tepat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan bahwa fokus utama Iran saat ini adalah menghentikan konflik yang sedang berlangsung.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa keputusan strategis mengenai program nuklir tetap menjadi agenda di masa depan.

“Pada tahap sekarang, perhatian kami terfokus pada mengakhiri perang. Apa pun keputusan yang akan diambil nanti mengenai isu nuklir, material nuklir Iran, dan isu-isu terkait pengayaan uranium, serta opsi apa yang akan kami pertimbangkan, semuanya adalah hal yang pasti akan kami bahas saat waktunya tiba,” ujar Baghaei dalam pernyataan kepada pers pada Senin (11/5/2026).

Baghaei juga mengungkapkan bahwa tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian Amerika Serikat mencakup sejumlah poin krusial, yaitu penghentian blokade Amerika Serikat terhadap Iran, pencairan aset-aset Iran yang dibekukan secara tidak adil di bank-bank internasional akibat tekanan AS, jaminan keamanan navigasi di Selat Hormuz, serta pemulihan stabilitas keamanan di kawasan regional dan Lebanon.

“Tuntutan kami adalah sah. Kami menuntut penghentian perang, pengakhiran blokade dan aksi pembajakan, serta pencairan aset Iran,” tandas Baghaei.

Perang Iran pecah setelah Amerika Serikat dan Israel secara sepihak meluncurkan serangan ke sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026 hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolla Ali Khamenei serta sejumlah pejabat negara dan militer Iran.

Serangan tersebut dilancarkan atas dugaan pengembangan program senjata nuklir oleh Iran, meskipun Teheran secara konsisten membantah dan menyatakan bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai.

Gencatan senjata sempat diumumkan pada 7 April selama dua minggu, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang konklusif.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan guna memberikan waktu bagi Iran untuk mengajukan “proposal terpadu” (unified proposal) guna mengakhiri konflik tersebut. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *