Lionfish UUV akan perkuat operasi bawah laut US Navy: Peran krusial dalam misi-misi berbahaya
HII AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) memperkuat armada otonomnya dengan memberikan modifikasi kontrak senilai 36,9 juta USD (sekitar Rp590 miliar) kepada Huntington Ingalls Industries (HII) untuk melanjutkan produksi drone bawah laut (UUV) berukuran kecil, Lionfish.
Langkah ini merupakan bagian dari percepatan pengadaan teknologi maritim nirawak untuk menghadapi tantangan keamanan global yang kian dinamis.
Lionfish UUV —yang berbasis pada platform REMUS 300— memiliki peran krusial dalam misi-misi berbahaya, terutama penanggulangan ranjau bawah laut (mine countermeasures).
Dengan bobot sekitar 150 pon (68 kg), UUV ini cukup ringan untuk dioperasikan oleh beberapa personel saja dari kapal permukaan maupun kapal selam.
US Navy mengatakan, tujuan utama dari program Lionfish adalah memastikan akses bebas di jalur pelayaran internasional dengan mendeteksi dan melumpuhkan ancaman peledak bawah laut serta infrastruktur musuh di dasar laut tanpa membahayakan nyawa personel manusia.
Modifikasi kontrak terbaru ini mencakup pengadaan unit produksi tambahan, peralatan pendukung, serta sistem penunjang lainnya.
Sebanyak 99% pekerjaan akan dilakukan di fasilitas sistem nirawak HII di Pocasset, Massachusetts, sementara sisanya dikerjakan di Hampton, Virginia. Kesepakatan ini dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2027.
Sejak dimulai pada tahun 2023, program Lionfish memiliki plafon kontrak total hingga 347 juta USD dengan target produksi mencapai 200 unit UUV.
Lionfish diklaim bukan sekadar drone bawah laut biasa. Ini adalah UUV pertama yang sepenuhnya mematuhi standar keamanan siber (cyber-compliant).
Selain itu, desain arsitektur terbuka yang dimilikinya memungkinkan integrasi sensor canggih dan teknologi AI secara cepat, memberikan keunggulan dalam hal ketahanan (endurance) dan kemampuan adaptasi misi.
“Lionfish memberikan peningkatan kapabilitas dan interoperabilitas yang selaras dengan prioritas bawah laut Angkatan Laut AS,” ujar pihak HII dalam pernyataannya.
Investasi besar pada drone Lionfish mencerminkan pergeseran strategi Pentagon menuju sistem “berbiaya rendah namun efektif” (attritable systems) yang dapat dikerahkan dalam jumlah besar untuk memperluas jangkauan operasional di perairan yang diperebutkan. (RNS)

