Kontrak diteken, Angkatan Udara Turkiye akan menerima 20 jet tempur KAAN mulai 2028
Via X AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Turkiye secara resmi telah menandatangani kontrak pengadaan batch pertama jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri, KAAN.
Kontrak ini mencakup pembelian 20 unit pesawat dalam konfigurasi Block-10 untuk memperkuat Angkatan Udara Turkiye (TuAF).
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pengiriman jet tempur KAAN dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2028 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2030.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSB) dengan pihak manufaktur, Turkish Aerospace Industries (TUSAŞ), di ajang pameran pertahanan internasional SAHA 2026 di Istanbul.
Kemandirian Pertahanan
Proyek KAAN merupakan ambisi terbesar Turkiye untuk memiliki kedaulatan di sektor udara.
Jet tempur bermesin ganda ini dirancang untuk menggantikan armada F-16 TuAF yang akan mulai dipensiunkan secara bertahap pada dekade 2030-an.
Keputusan Ankara untuk mempercepat pengembangan KAAN juga dipicu oleh dikeluarkannya Turkiye dari program F-35 Amerika Serikat pada tahun 2019, menyusul pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.
Jet tempur KAAN Block-10 yang akan diakuisisi untuk TuAF mampu terbang hingga kecepatan maksimuam Mach 1.8 dan ketinggian operasional hingga 55.000 kaki.
Pesawat menggunakan dua mesin turbofan General Electric F110 (untuk varian awal). Saat ini Turkiye sedang mengembangkan mesin lokal untuk varian masa depan.
Kemampuan siluman (low observability), ruang senjata internal, kemampuan manuver tinggi, serta integrasi sensor canggih untuk kesadaran situasional di medan tempur, merupakan fitur-fitur keunggulan yang dimiliki KAAN.
Ketua Sekretariat Industri Pertahanan Turki, Haluk Gorgun, menyatakan kontrak ini menandai transisi penting dari fase prototipe dan pengujian menuju tahap produksi massal serta integrasi operasional.
Meskipun 20 unit dianggap kecil untuk skala kekuatan udara besar, jumlah ini dinilai cukup untuk membangun infrastruktur operasional awal, termasuk pelatihan pilot dan sistem pemeliharaan, sebelum produksi skala yang lebih besar dilakukan.
Selain untuk kebutuhan domestik, Turkiye juga telah mulai menjajaki pasar ekspor.
Indonesia adalah salah satu negara yang telah menyatakan minat dan komitmen kerja sama untuk pengadaan pesawat canggih ini di masa mendatang. (RNS)


Indonesia siap beli