Gunakan sistem rudal pertahanan rakitan Stash, Ukraina klaim jatuhkan 58 drone Rusia
Via X AIRSPACE REVIEW – Komando Udara Barat Ukraina pada 1 Mei 2026 mengatakan telah mengerahkan sistem rudal pertahanan udara baru Stash yang dikembangkan secara lokal.
Sistem ini digunakan untuk menangkal serangan udara terbaru Rusia melibatkan lebih dari 400 drone yang diluncurkan terhadap beberapa wilayah Ukraina dalam satu siklus serangan.
Pasukan Ukraina mengklaim berhasil menghancurkan 58 drone Rusia di sektor operasional barat saja.
Berdasarkan rekaman yang dirilis setelah serangan tersebut, terpantau Stash menembakkan rudal Libgbow Hellfire yang dipasang pada trailer beroda empat yang juga membawa radar kompak.
Dengan mode tembak dan lupakan (fire-and-forget), rudal tersebut memungkinkan untuk melakukan serangan berurutan yang cepat terhadap beberapa drone di ketinggian rendah.
Salah satu target utamanya adalah drone kamikaze Geran-2 yang biasanya terbang di bawah 1.000 m dengan kecepatan sekitar 180 km/jam hingga 200 km/jam.
Konfigurasi fisik Stash mencerminkan lebih memprioritaskan fungsi dengan kesederhanaan desain agar mudah dan cepat produksi, serta pengurangan kebutuhan perawatan.
Peluncur terdiri dari trailer beroda empat yang dapat ditarik dan membawa dua rudal AGM-114L Longbow Hellfire dan mengusung rakitan radar yang ringkas kemungkinan jenis hemisferik dari Leonardo DRS.
Penggunaan trailer secara substansial menurunkan biaya pengadaan dan dapat diproduksi secara independen. Sistem ini memungkinkan untuk ditarik oleh truk utilitas yang ada atau menggunakan kendaraan sipil.
Konfigurasi ini juga mendukung penempatan semi statis di sekitar fasilitas energi, depot amunisi, pusat logistik, lapangan terbang militer, serta fasilitas strategis dan infrastruktur penting lainnya. (RBS)


Sistemnya oke. Hanya harga rudalnya yang kelewat mahal.