DronShip dari AS, pengirim bekal ulang untuk pasukan di garis depan

DronShipPyka

AIRSPACE REVIEW – Drone kargo DropShip yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, Pyka, berhasil melakukan penerbangan pertamanya pada 27 April 2026 dari fasilitas perusahaan di Alameda, California.

DropShip yang memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 635 kg ini memiliki fitur unggulan berupa kemampuan penerjunan kargo dari udara secara presisi dengan muatan hingga 250 kg.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sipil, DroShip juga dirancang untuk kebutuhan militer, guna mengirimkan pasokan ulang kepada pasukan yang berada di garis depan.

Pesawat tak perlu mendarat, cukup menerjunkan muatan dari udara, pada titik koordinat yang telah ditentukan.

Sebagai tenaga penggeraknya, DropShip dibekali sistem propulsi hibrida dengan bahan bakar JP-8 berbasis minyak tanah (kerosene).

Drone terbang dengan kecepatan jelajah maksimum antara 110-130 km/jam, dengan jangkauan operasi hingga 1.000 mil (setara 1.600 km).

Fitur unggulan lainnya dari DropShip adalah kemampuan drone lepas landas dan mendarat jarak pendek (STOL) sekitar 150 m, dari landasan perintis sekalipun.

Selain misi pengangkutan kargo, drone dapat dikonfigurasi untuk misi ISR (intelligence, surveillance, reconnaissance) serta relai komunikasi dengan sistem misi yang dapat diganti dengan mudah.

Mengenai Pyka, perusahaan mulai didirikan pada tahun 2017 dengan produk pertamanya drone Big Bird, lalu drone penyemprot tanaman Egret pada 2018, dan drone kargo (180 kg) sipil pada 2020. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *