Tandingi latihan militer AS-Filipina, China kirim kapal induk Liaoning ke perairan Pasifik

China luncurkan kapal induk Liaoning ke PasifikPLAN

AIRSPACE REVIEW – Ketegangan di kawasan Laut China Selatan kembali meningkat setelah China dilaporkan mengirimkan kapal induk pertamanya, Liaoning, untuk melakukan manuver di dekat perairan Filipina.

Langkah ini diambil Beijing sebagai respons langsung terhadap latihan militer besar-besaran “Balikatan 2026” yang sedang digelar oleh Amerika Serikat dan Filipina (20 April – 8 Mei).

Berdasarkan laporan dari pemantauan maritim, kapal induk Liaoning bersama dengan armada tempurnya terlihat bergerak melewati Selat Miyako menuju Samudra Pasifik Barat.

Kehadiran armada tempur China ini dianggap sebagai upaya untuk “mengepung” atau memberikan tekanan psikologis di area yang berdekatan dengan lokasi latihan militer sekutu.

Latihan Balikatan 2026 merupakan salah satu yang terbesar, melibatkan ribuan tentara dan fokus pada pertahanan pesisir serta keamanan maritim.

Bagi China, latihan tersebut dianggap sebagai provokasi dan upaya negara luar (Amerika Serikat) untuk mencampuri urusan kedaulatan di wilayah yang diklaim oleh Beijing.

Para analis militer berpendapat bahwa pengiriman Liaoning menunjukkan peningkatan kemampuan proyeksi kekuatan Angkatan Laut China (PLAN).

Dengan menempatkan kapal induk di sisi timur Filipina, China seolah ingin menunjukkan bahwa mereka mampu memutus akses bantuan militer asing dan mengisolasi wilayah tersebut jika terjadi konflik terbuka.

Hingga saat ini, pihak kementerian pertahanan China menyatakan bahwa pergerakan Liaoning adalah bagian dari latihan rutin yang telah dijadwalkan dan sesuai dengan hukum internasional.

Namun, momentum yang bertepatan dengan latihan AS-Filipina menegaskan pesan politik yang kuat mengenai dominasi regional China di kawasan Asia Pasifik.

Situasi di kawasan terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, mengingat wilayah ini merupakan jalur perdagangan vital dunia yang kini menjadi titik panas persaingan geopolitik antara dua kekuatan besar, Washington dan Beijing. (PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *