AIRSPACE REVIEW – Militer Ukraina kembali melancarkan serangan jarak jauh yang menyasar infrastruktur militer strategis jauh di dalam wilayah Rusia.
Pada 25 April lalu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Shagol di wilayah Chelyabinsk, Rusia.
Serangan tersebut dipastikan oleh Komandan Pasukan Sistem Pesawat Tanpa Awak Ukraina, Robert “Magyar” Brovdi, pada 1 Mei, yang menyebut berhasil menyasar pesawat tempur Rusia.
Dijelaskan bahwa serangan drone ini berhasil merusak dua jet tempur modern milik Rusia, yakni satu unit jet siluman Su-57 dan satu unit pembom tempur Su-34.
Pangkalan Udara Shagol terletak sekitar 1.700 km dari garis depan perbatasan Ukraina. Keberhasilan serangan ini menyoroti jangkauan operasional drone Ukraina yang semakin luas, mampu menembus jauh ke wilayah timur Rusia untuk menargetkan aset-aset mahal milik Kremlin.
Pihak militer Ukraina menyatakan bahwa operasi ini dilakukan oleh Pasukan Sistem Pesawat Tanpa Awak bekerja sama dengan unit intelijen.
“Hasil dari serangan udara tersebut menunjukkan bahwa pesawat Su-57 dan Su-34 mengalami kerusakan,” tulis pernyataan resmi dikutip The Kyiv Independent.
Su-57 merupakan jet tempur generasi kelima paling canggih yang dimiliki Rusia saat ini. Karena jumlah produksinya yang sangat terbatas, kerusakan pada pesawat ini dianggap sebagai kerugian besar bagi kemampuan udara Rusia.
Sementara itu, Su-34 merupakan “pekerja keras” yang sering digunakan Rusia untuk meluncurkan bom berpemandu ke posisi militer dan kota-kota di Ukraina.
Informasi mengenai kerusakan ini juga diperkuat oleh laporan dari kelompok pemantau intelijen sumber terbuka (OSINT).
Foto-foto yang beredar menunjukkan adanya bekas ledakan dan kerusakan pada badan pesawat di area parkir pangkalan Shagol.
Serangan ini merupakan bagian dari strategi Ukraina yang terus meningkat untuk melumpuhkan kekuatan udara Rusia langsung dari pangkalannya, guna mengurangi intensitas serangan udara Rusia terhadap wilayah kedaulatan Ukraina. (PN)

