Rusia kirim unit S-400 keempat ke India, siap dioperasikan pada akhir Mei

S-400Sergei Bobylev/TASS

AIRSPACE REVIEW – Rusia secara resmi telah memulai pengiriman unit keempat sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf ke India. Pengiriman ini merupakan bagian dari kesepakatan besar yang ditandatangani kedua negara pada tahun 2018 lalu.

Berdasarkan laporan dari lapangan, sistem keempat ini dijadwalkan tiba di India pada pertengahan Mei 2024.

Angkatan Udara India (IAF) dilaporkan telah menyelesaikan proses pemeriksaan pra-pengiriman pada 18 April untuk memastikan kesiapan teknis unit tersebut.

Unit S-400 keempat rencananya akan ditempatkan di wilayah Rajasthan, yang berbatasan langsung dengan Pakistan.

Sistem ini ditargetkan sudah aktif sepenuhnya dan siap beroperasi pada akhir Mei mendatang untuk memperkuat pengawasan wilayah udara di sektor barat India.

Sementara itu, unit kelima atau unit terakhir dari kontrak ini akan dikirimkan menyusul dan rencananya akan diposisikan di sepanjang garis perbatasan dengan China untuk memperkuat pertahanan di sektor utara.

India menandatangani kontrak senilai 5,43 miliar USD (setara Rp87,96 triliun) dengan Rusia pada Oktober 2018 untuk pengadaan lima resimen S-400.

Meski sempat menghadapi tantangan logistik akibat konflik Rusia-Ukraina dan ancaman sanksi CAATSA dari Amerika Serikat, proses pengiriman tetap berlanjut.

Sistem S-400 Triumf dikenal sebagai salah satu sistem pertahanan udara tercanggih di dunia. Jangkauan deteksinya mencapai 600 km melalui infrastruktur radar canggih.

Jangkauan tembak hingga 400 km dengan ketinggian hingga 30 km. S-400 mampu melacak 300 target secara bersamaan dan mengunci 36 target sekaligus.

Menggunakan berbagai jenis rudal (seperti 40N6 dan 48N6) untuk menciptakan lapisan pertahanan udara yang kokoh dari berbagai ancaman udara seperti jet tempur, rudal balistik, dan drone.

Dengan tibanya unit keempat ini, India semakin memperkuat arsitektur pertahanan udara terintegrasinya, melengkapi sistem domestik Akash yang sudah ada guna menciptakan perlindungan berlapis di wilayah kedaulatannya.

Dalam eskalasi militer yang dikenal sebagai Operasi Sindoor pada Mei 2025, sistem S-400 Triumf milik India memainkan peran krusial dalam menjaga supremasi udara di sepanjang perbatasan.

Selama empat hari konflik yang dipicu oleh ketegangan di Kashmir tersebut, radar S-400 dilaporkan berhasil mendeteksi dan menetralisir berbagai ancaman udara, termasuk drone tempur dan proyektil lawan yang mencoba menembus wilayah kedaulatan India.

Kemampuan sistem ini dalam menciptakan zona Anti-Access/Area Denial (A2/AD) terbukti efektif memaksa kekuatan udara lawan untuk tetap berada di luar jangkauan serang yang efektif.

Efektivitas S-400 dalam operasi tersebut tidak hanya terbatas pada pencegatan fisik, tetapi juga memberikan keunggulan psikologis dan strategis yang signifikan.

Dengan jangkauan radar yang luas, militer India mampu memantau pergerakan aset udara lawan secara real-time, yang pada akhirnya memaksa kedua belah pihak menuju gencatan senjata.

Keberhasilan dalam Operasi Sindoor ini menjadi validasi bagi India bahwa investasi besar pada sistem pertahanan udara Rusia tersebut merupakan langkah tepat dalam menghadapi ancaman serangan rudal presisi dan perang asimetris di masa depan. (AF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *