AIRSPACE REVIEW – Korea Utara dilaporkan tengah mempertimbangkan akuisisi jet tempur kelas berat Su-35 dari Rusia. Langkah ini diambil untuk memperkuat pertahanan udara mereka secara signifikan.
Kesepakatan potensial ini mencakup pembelian sekitar 12 hingga 14 unit pesawat, menurut laporan Military Watch Magazine, dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai angka 1 miliar dolar AS.
Rusia sendiri telah meningkatkan kapasitas produksi Su-35, sehingga peluang ekspor ke negara mitra terbuka lebih lebar.
Kehadiran Su-35 diproyeksikan oleh Pyongyang untuk menggantikan armada lama Angkatan Udara Korea Utara yang saat ini masih mengandalkan pesawat tua MiG-29 dan Su-25.
Meski kedua pesawat tersebut pernah menjadi legenda di masanya, pembaruan teknologi dibutuhkan untuk menghadapi dinamika konflik modern.
Akuisisi Su-35 dinilai akan membawa lompatan teknologi yang drastis bagi negara di Semenanjung Korea tersebut.
Su-35 merupakan jet tempur generasi 4++ yang memiliki kemampuan tempur luar biasa. Pesawat dibekali dengan berbagai fitur canggih, jauh melampaui armada tempur udara Korea Utara saat ini.
Radar modern yang digunakan Su-35 mampu mendeteksi dan melacak banyak target sekaligus dari jarak yang sangat jauh.
Pesawat juga dilengkapi mesin berteknologi Thrust Vectoring sehingga memberikan kelincahan ekstrem (supermaneuverability) di udara.
Untuk berperang, Su-35 dilengkapi rudal udara ke udara dan udara ke permukaan generasi terbaru dengan akurasi tinggi.
Jika kesepakatan ini terwujud, Korea Utara akan bergabung dengan daftar operator internasional jet tempur ini.
Faktor kedekatan Pyongyang dengan Moskow, dinilai dapat memuluskan rencana ini untuk direalisasikan. (AF)

