AIRSPACE REVIEW – Iran secara resmi menyatakan pengunduran diri dari pameran pertahanan bergengsi Defence Services Asia (DSA) dan National Security (Natsec) Asia 2026 yang dimulai Senin ini (20/3).
Keputusan ini diambil secara mendadak meskipun sebelumnya perusahaan-perusahaan asal Iran telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi.
Pengunduran diri Iran disampaikan oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, dalam konferensi pers sebelum pembukaan pameran di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC).
Ia menegaskan bahwa mundurnya Iran bukan disebabkan oleh faktor politik, melainkan murni karena kendala logistik dan operasional yang dipicu oleh situasi konflik di Timur Tengah.
“Kita harus memahami bahwa mereka sedang menghadapi berbagai tantangan besar. Jika mereka ingin melakukan perjalanan atau mengirimkan produk aset pertahanan mereka, tentu akan ada kesulitan operasional yang signifikan,” ujar Khaled Nordin.
Situasi di Selat Hormuz serta ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah disebut-sebut sebagai faktor utama yang menyulitkan pengiriman aset-aset militer Iran menuju Kuala Lumpur.
Meskipun Iran absen, pameran edisi ke-19 ini tetap mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan 1.456 peserta dari 63 negara, termasuk paviliun nasional dari Turkiye, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Rusia.
Menteri Pertahanan Malaysia juga menekankan bahwa DSA 2026 tetap menjadi platform perdagangan yang netral dan terbuka bagi semua negara untuk memamerkan teknologi pertahanan mereka, tanpa memandang afiliasi politik atau konflik geopolitik yang sedang berlangsung.
Sebelumnya di pameran yang sama tahun 2024, Iran melalui paviliun kementerian pertahanannya memamerkan berbagai teknologi militer canggih yang menarik perhatian besar.
Sejumlah produk pertahanan yang dipamerkan di antaranya adalah drone “GAZA” (Shahed-149) yang menarik perhatian pengunjung.
Drone jenis High-Altitude Long-Endurance (HALE) ini memiliki rentang sayap 21 m dan sering dibandingkan dengan MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat.
Kemudian drone kamikaze KARRAR yang berfungsi sebagai drone jet serbaguna, termasuk untuk misi serangan bunuh diri, juga diperlihatkan.
Iran juga menampilkan model sistem pertahanan udara Sevvom Khordad (3rd Khordad), yang dikenal karena kemampuannya melacak dan mencegat beberapa target sekaligus pada jarak menengah.
Lalu rudal pandu antitank generasi terbaru, yaitu ALMAS dan DEHLAVIEH, rudal balistik berukuran penuh, berbagai model rudal jelajah (cruise missiles), dan sistem persenjataan maritim lainnya. (AS)
