Lebih dari 100 jet tempur dikerahkan AS untuk blokade total terhadap Iran di Teluk Persia

Lebih dari 100 jet tempur dikerahkan AS untuk blokade IranUS Navy

AIRSPACE REVIEW – Situasi di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Amerika Serikat secara resmi meluncurkan operasi militer skala besar untuk menutup akses maritim Iran.

Blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran oleh militer AS resmi dimulai pada hari Senin, 13 April 2026.

Guna melancarkan operasi tersebut, AS dilaporkan mengerahkan lebih dari 100 jet tempurnya, selain armada kapal perang yang telah ditempatkan di titik-titik strategis..

Operasi yang dipimpin oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) ini melibatkan koordinasi masif antara Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir.

Kekuatan udara yang dikerahkan meliputi jet tempur dan drone pengintai untuk melakukan patroli udara terus-menerus sehingga memastikan tidak ada celah di zona blokade.

Pesawat A-10 Thunderbolt II dilibatkan untuk serangan maritim dan mengantisipasi ancaman dari kapal-kapal cepat Garda Revolusi Iran (IRGC).

Pesawat P-8 Poseidon bertugas memantau pergerakan kapal komersial dan mengalihkan mereka menjauh dari perairan Iran.

Sementara armada pesawat tanker dikerahkan untuk pengisian bahan bakar di udara tanpa henti agar armada jet dapat bersiaga 24/7 di atas Teluk Persia.

Jet F/A-18E/F Super Hornet dikerahkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) yang saat ini berada di posisi siaga di Laut Arab dan Teluk Oman.

Pesawat ini ditugaskan untuk melakukan intersepsi visual terhadap kapal-kapal yang mencoba melanggar zona blokade.

Sementara F-35B/C Lightning II dilibatkan untuk untuk memastikan dominasi udara total dan mengantisipasi sistem pertahanan udara Iran.

Blokade total bertujuan menghentikan seluruh aktivitas ekspor dan impor Iran melalui jalur laut. Setiap kapal yang terdeteksi menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran dipaksa untuk mengubah haluannya.

Laporan awal menyebutkan, blokade ini menyebabkan kerugian ekonomi bagi Iran hingga 400 juta USD (sekitar Rp6,85 triliun) per hari.

Meski begitu, AS menjamin bahwa jalur navigasi internasional di luar wilayah Iran tetap aman bagi kapal-kapal yang menuju negara tetangga di kawasan Teluk.

Menanggapi blokade AS, Teheran mengutuk keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk “perompakan modern”.

Teheran mengeluarkan peringatan bahwa jika tekanan militer ini terus berlanjut, militer Iran tidak akan menjamin keamanan pelabuhan atau jalur perdagangan manapun di seluruh kawasan Teluk. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *