Dilengkapi radar AESA, Su-35 Rusia kini bisa kunci target dari jarak 350 km

Su-35David Cherkasov

AIRSPACE REVIEW – Jet tempur andalan Rusia, Sukhoi Su-35, dilaporkan telah mendapatkan lompatan teknologi signifikan pada sistem avioniknya.

Melalui integrasi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) terbaru, pesawat tempur generasi 4++ ini kini memiliki kemampuan untuk mendeteksi, mengunci, serta menghancurkan target udara pada jarak fantastis hingga 350 km.

Rahasia di balik peningkatan kemampuan ini terletak pada sistem radar baru yang dikembangkan oleh Tikhomirov Scientific Research Institute of Instrument Design (Tikhomirov NIIP).

Radar AESA tersebut merupakan turunan dari sistem N036 Byelka (Sh-121), teknologi radar mutakhir yang awalnya dirancang khusus untuk jet tempur siluman generasi kelima Rusia, Su-57.

Berbeda dengan radar Irbis-E (Passive Electronically Scanned Array/PESA) yang digunakan sebelumnya, radar AESA buatan NIIP ini menggunakan ribuan modul pemancar-penerima (Transmit-Receive Modules) kecil yang bekerja secara independen.

Teknologi ini memungkinkan Su-35 memindai wilayah udara dengan akurasi yang jauh lebih tinggi, lebih sulit dideteksi oleh sistem peringatan radar musuh, serta memiliki ketahanan luar biasa terhadap gangguan perang elektronik (electronic jamming).

Sumber Rusia mengatakan, peningkatan pada sektor radar ini menjadi kunci utama untuk memaksimalkan potensi penuh dari rudal udara ke udara jarak jauh R-37M.

Meskipun rudal ini memiliki jangkauan operasional hingga 350-400 km, efektivitasnya selama ini seringkali terbatasi oleh kemampuan radar pesawat pengusung dalam memandu proyektil hingga ke titik sasaran di jarak ekstrem.

Dengan daya pemrosesan dari radar turunan N036, Su-35 kini mampu memandu rudal R-37M hingga batas jarak maksimalnya dengan presisi tinggi.

Keunggulan “lihat lebih dulu, tembak lebih dulu” (first look, first shoot) menempatkan Su-35 sebagai ancaman serius bagi pesawat peringatan dini (AWACS) maupun jet tempur lawan sebelum mereka sempat menyadari keberadaan ancaman tersebut.

Varian Su-35SM

Saat ini, teknologi radar AESA tersebut telah diintegrasikan pada unit prototipe yang menjadi bagian dari program modernisasi besar-besaran yang dikenal sebagai Su-35SM.

Unit-unit uji coba ini dilaporkan telah menjalani serangkaian uji terbang di pusat pengujian penerbangan negara untuk memvalidasi integrasi perangkat avionik baru dan sistem peperangan elektronik yang lebih kohesif.

Laporan internal menunjukkan bahwa percepatan pengembangan ini didorong oleh kebutuhan nyata di medan tempur. Kemampuan untuk mengunci sasaran bernilai tinggi dari jarak aman menjadi prioritas utama.

Meski masih dalam tahap transisi menuju produksi massal, keberhasilan uji coba ini menandai kesiapan Rusia untuk meningkatkan standar operasional seluruh armada Su-35 miliknya.

Analis menilai, langkah modernisasi ini dipandang sebagai upaya strategis Moskow untuk menutup celah teknologi dengan jet tempur Barat dan Tiongkok, seperti F-15EX dan J-16, yang sudah lebih dulu mengadopsi standar radar AESA.

Di sisi lain, peningkatan spesifikasi ini menjadi daya tarik kuat di pasar senjata global.

Hingga April 2026, Rusia mencatatkan tren positif dalam ekspor Su-35 dengan total pesanan mendekati 100 unit.

Beberapa negara yang telah masuk dalam daftar pemesan, di antaranya adalah Aljazair dengan 18 unit, Iran berencana mengakuisisi hingga 48 unit, dan Ethiopia akan menambah kekuatan udara mereka dengan 6 unit Su-35. (RNS)

0 Replies to “Dilengkapi radar AESA, Su-35 Rusia kini bisa kunci target dari jarak 350 km”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *