AIRSPACE REVIEW – Maskapai nasional Jepang, Japan Airlines (JAL), menyatakan kesiapannya untuk meninjau kembali pengoperasian rute penerbangan langsung ke Rusia.
Namun, langkah ini baru akan diambil apabila kondisi lingkungan dan keamanan operasional telah dinyatakan kondusif.
Berdasarkan laporan dari kantor berita Rusia, TASS, penghentian layanan JAL ke Rusia saat ini bukan semata-mata karena keputusan politik, melainkan hambatan teknis dan finansial yang krusial di sektor penerbangan global.
Pihak layanan pers JAL menjelaskan bahwa alasan utama penangguhan operasional adalah hilangnya jaminan asuransi.
Akibat sanksi ekonomi yang dijatuhkan dunia internasional terhadap Rusia, industri asuransi penerbangan global berhenti memberikan penjaminan (underwriting) untuk penerbangan menuju wilayah tersebut.
Tanpa adanya jaminan asuransi, penerbangan yang dioperasikan JAL tidak memiliki perlindungan hukum dan finansial yang memadai jika terjadi insiden di wilayah udara atau darat Rusia.
Oleh sebab itu, JAL menegaskan hanya akan mempertimbangkan resumption (pembukaan kembali) rute jika lingkungan yang diperlukan untuk mengoperasikan pesawat secara aman dan terlindungi telah pulih sepenuhnya.
Meski JAL membuka kemungkinan di masa depan, sikap berbeda ditunjukkan oleh kompetitor utamanya di Jepang.
All Nippon Airways (ANA) menyampaikan bahwa hingga saat ini mereka tidak memiliki rencana sama sekali untuk memulai kembali penerbangan ke Rusia dalam waktu dekat.
Sejak konflik di Ukraina memanas dan sanksi diberlakukan, sebagian besar maskapai Jepang dan Barat harus memutar rute mereka melewati Kutub Utara atau Asia Tengah untuk menghindari wilayah udara Rusia.
Hal itu mengakibatkan waktu tempuh yang lebih lama, bertambah sekitar 2 hingga 4 jam, yang mengakibatkan konsumsi bahan bakar yang meningkat serta harga tiket yang lebih mahal bagi penumpang.
Pernyataan dari JAL ini memberikan sinyal bahwa maskapai tetap memantau dinamika geopolitik, meski realisasi penerbangan kembali tersebut masih bergantung pada stabilitas industri asuransi internasional yang saat ini masih sangat terdampak oleh sanksi ekonomi.
Sebelum operasional ditangguhkan sepenuhnya, JAL memiliki sejarah panjang dalam menghubungkan Jepang dan Rusia, terutama melalui gerbang utama di Moskow dan ekspansi terbaru ke arah Timur Jauh Rusia. (RNS)

