AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya sekaligus mengkritik NATO, Australia, Jepang, dan Korea Selatan karena tidak membantu AS dalam perangnya melawan Iran.
Ia menyampaikan kecaman kerasnya tersebut saat konferensi pers Gedung Putih pada Senin.
Presiden terus menggerutu tentang penolakan sekutu NATO untuk terlibat dalam pembukaan kembali Selat Hormuz dan keengganan mereka untuk membantu operasi ofensif AS terhadap Iran.
Saat ia mengakhiri konferensi persnya yang panjang, Trump marah tentang kurangnya dukungan dari sekutu Pasifik.
“Tahukah Anda siapa lagi yang tidak membantu kita? Korea Selatan tidak membantu kita,” kata Trump.
“Tahukah Anda siapa lagi yang tidak membantu kita? Australia tidak membantu kita.”
“Tahukah Anda siapa lagi yang tidak membantu kita? Jepang.”
“Kita memiliki 50.000 tentara di Jepang untuk melindungi mereka dari Korea Utara. Kita memiliki 45.000 tentara di Korea Selatan untuk melindungi mereka dari Kim Jong Un, yang hubungannya sangat baik dengan saya,” tandas Presiden AS berlatar pengusaha kelas kakap tersebut.
Utang Bantuan Militer dan Perlindungan
Titik kemarahan utama Trump terhadap NATO adalah keengganan negara-negara Eropa untuk mengirimkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.
Trump berargumen bahwa karena seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut, negara-negara sekutulah yang seharusnya lebih peduli, bukan hanya AS.
Ia bahkan sempat mengancam akan menarik AS keluar dari NATO jika para sekutu tidak segera memberikan dukungan operasional nyata.
Sementara terhadap sekitu Pasifik (Jepang, Korsel, Australia), Trump menggunakan narasi “biaya perlindungan” (protection money).
Di sisi yang lain Jepang beralasan bahwa negaranya terbentur aturan konstitusi untuk mengirim pasukan ke zona konflik aktif seperti Selat Hormuz. Trump menganggap alasan ini sebagai bentuk “ketidakinginan untuk membantu”.
Terhadap Korea Selatan, Trump secara spesifik mengungkit keberadaan tentara AS di sana sebagai alat tawar, menyiratkan bahwa Korsel “berutang” bantuan militer atas perlindungan terhadap ancaman nuklir Korea Utara.
Demikian juga dengan Australia, sekutu terdekat AS lainnya, yang enggan mengirimkan pasukannya untuk membantu Pentagon, membuat Trump kecewa berat. (RNS)

