Angkatan Darat AS membeli 20 Joint Assault Bridge berbasis tank M1 Abrams, dapat dilewati tank berbobot 70 ton

Joint Assault BridgeDoW

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) telah memberikan kontrak senilai 44,98 juta USD kepada perusahaan Leonardo DRS untuk pengadaan 20 sistem M1074 JAB (Joint Assault Bridge) dan suku cadang terkait.

Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa pekerjaan pembuatan JAB akan dilakukan di West Plains, Missouri, dengan perkiraan penyelesaian hingga 31 Maret 2027.

Pengadaan ini terkait langsung dengan salah satu persyaratan operasional inti US Army yang memastikan formasi lapis baja dapat terus bermanuver melalui celah basah dan kering tanpa kehilangan momentum.

Jembatan berat ini dirancang untuk tetap bergerak selama operasi ofensif dan defensif yang sanggup melewati celah sungai basah/kering, parit lebar, dan infrastruktur yang rusak.

JAB dimaksudkan untuk menyediakan MAC (Mobility Augmentation Companies) guna mendukung tim ABC (Armored Brigade Combat Teams) dengan kemampuan jembatan serangan berat yang dapat bertahan dan dapat dikerahkan secara berkelanjutan.

Sistem jembatan serbu berat sangat relevan dalam pertempuran darat skala besar di mana kebebasan bermanuver sering kali dibatasi oleh infrastruktur yang hancur dan terdapat jaringan rintangan berlapis.

Dengan kehadiran sistem JAB, memungkinkan unit lapis baja untuk dengan cepat melintasi rintangan medan perang sambil tetap berada di bawah perlindungan lapis baja yang aman bagi awaknya.

Sistem ini dibangun di atas lambung tank tempur utama (MBT) M1A1 Abrams dengan suspensi M1A2 yang berat, terintegrasi dengan sistem peluncur jembatan hidrolik.

Karena menggunakan sasis turunan Abrams, kendaraan ini mampu bergerak bersama formasi lapis baja dengan kecepatan dan tingkat perlindungan yang serupa.

Hal ini penting secara operasional untuk menjaga agar kendaraan pendukung zeni tetap sejajar dengan tank garis depan selama peperangan manuver berintensitas tinggi.

Jembatannya sendiri memiliki panjang terbentang hingga 18,3 m, sedangkan kendaraan JAB memiliki panjang sekitar 12,8 m, lebar 4,15 m, dan tinggi 3,95 m.

Sistem JAB ini dapat meluncurkan anjungan dalam waktu 3 hingga 5 menit dan menariknya kembali dalam waktu 6 hingga 10 menit, yang dapat dilewati tank tempur utama dengan bobot hingga 70 ton lebih.

Platform ini juga dirancang untuk beroperasi pada suhu mulai dari minus 32 hingga 52 derajat Celcius, dan dapat diangkut lewat udara menggunakan pesawat Lockheed Martin C-5 atau Boeing C-17. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *