Boeing resmi menghentikan kampanye penjualan F-15EX ke Indonesia, Kemhan: Harganya kemahalan…

F-15IDBoeing

AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan AS, Boeing Defense, di Singapore Airshow 2026 secara resmi menyatakan telah menghentikan kampenye penjualan jet tempur F-15EX Eagle II (F-15ID) ke Indonesia.

Pernyataan tersebut memastikan bahwa Boeing tidak lagi berkonsentrasi pada niat Jakarta sebelumnya yang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk komitmen pembelian 24 unit jet tempur terbaru Boeing tersebut pada Agustus 2023 lalu di Amerika Serikat.

Merespons pemberitaan yang beredar, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan pembatalan rencana pembelian pesawat tempur F-15EX dari Boeing tersebut karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi.

Disebutkan bahwa Pemerintah Indonesia telah meminta penawaran sebagai bagian dari perencanaan pembelian 24 unit jet tempur tersebut.

“Namun harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi sehingga belum dapat ditindaklanjuti,” kata Rico kepada Tempo, Rabu, 4 Februari 2026.

Rico tidak mengungkapkan berapa harga per unit F-15EX yang ditawarkan Boeing untuk Indonesia. Ia hanya menegaskan rencana pengadaan F-15EX belum masuk tahap penganggaran.

Peluang Masih Ada

Mencermati pemberitaan tersebut, Airspace Review berpandangan bahwa dinamika dalam rencana akuisisi sistem persenjataan pasti terjadi dan bersifat dinamis seiring perkembangan geopolitik dunia.

Peluang untuk mengakuisisi jet F-15EX dari Boeing tetap masih terbuka, namun masih memerlukan waktu.

Indonesia belum menandatangani kontrak pembelian dan belum membayar kewajiban pembayaran tahap awal agar pesawat tersebut masuk dalam daftar produksi (backlog) di jalur produksi F-15EX Boeing.

Sementara Boeing saat ini juga masih berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan F-15EX untuk Angkatan Udara AS (USAF), dan pesanan Israel yang sudah dibayar yaitu 25 F-15IA (F-15EX) dengan opsi tambahan 25 unit lagi.

Pengiriman jet F-15IA untuk Angkatan Udara Israel (IAF) baru akan dimulai pada tahun 2031 alias lima tahun dari sekarang.

Di sisi yang lain, Indonesia juga masih getol lobi sana-sini untuk mengakuisisi beragam jet tempur dari banyak negara. Semua ini membutuhkan waktu, negosiasi, dan pembiayaannya. Ada proses yang “cepat”, seperti Rafale, namun ada juga yang lama.

Terlepas dari skema pembelian, baik melalui mitra atau langsung Pemerintah ke Pemerintah (G2G), ini merupakan bagian dari dinamika dan pilihan.

Kita nantikan saja perkembangan berikutnya. (RNS)

One Reply to “Boeing resmi menghentikan kampanye penjualan F-15EX ke Indonesia, Kemhan: Harganya kemahalan…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *