AIRSPACE REVIEW – Rusia telah mempersenjatai drone kamikaze Geran-2/Shahed-136 dengan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) Igla-S. Hal ini diketahui dari drone tersebut yang berhasil ditemukan oleh pasukan Ukraina.
Langkah inovatif Rusia tersebut tampaknya untuk menembak jatuh pesawat atau helikopter berawak Ukraina yang berusaha mencegat drone Geran-2 saat melaksanakan misinya.
Menurut seorang pakar teknologi radio Ukraina Serhii Beskrestnov, yang dikenal dengan nama panggilan “Flash”, drone Rusia yang dimodifikasi itu tertangkap pada 4 Januari 2026.
Drone Geran-2 tersebut dilengkapi dengan kamera dan radio modem, dengan peluncuran rudal dikendalikan oleh operator drone dari wilayah Rusia.
Atas kemunculan Geran-2 bersenjata MANPADS ini, Beskrestnov meminta pilot penerbangan militer Ukraina untuk lebih berhati-hati, bila perlu menghindari atau tidak mendekatinya secara langsung.
Usaha mempersenjatai drone serang satu arah ini bukanlah yang pertama, sebelumnya terpantau Rusia mempersenjatainya dengan sebuah rudal antipesawat era Uni Soviet R-60 di punggungnya.
Dibandingkan dengan R-60 yang lebih berat, MANPADS Igla-S lebih mudah diintegrasikan ke Geran-2, karena bobotnya jauh lebih ringan.
Saat ini, untuk mengatasi serbuan drone kamikaze Geran-2, pasukan Ukraina mengandalkan kanon antipesawat dan terbaru menggunakan drone pencegat drone (drone antidrone).
Bila menggunakan rudal udara ke permukaan jarak dekat sangatlah tidak efektif, selain biaya mahal. Apalagi drone kamikaze Geran-2 yang diluncurkan dalam sebuah operasi serangan udara, jumlahnya bisa puluhan atau ratusan.
Salah satu cara terefektif lainnya adalah menggunakan helikopter bersenjata seperti Mi-24 atau pesawat latih Yak-52 dengan awak kedua yang menggunakan senapan mesin ringan. (RBS)

