Pertimbangkan drone sebagai pengganti alternatif, Korea Selatan akan batalkan pembelian 36 helikopter serang AH-64E baru dari AS
US Army AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Korea Selatan akan membatalkan rencana untuk membeli 36 helikopter serang AH-64E Apache Guardian baru dari Amerika Serikat. Hal ini menyusul pemotongan besar-besaran pada anggaran pertahanannya, ungkap anggota parlemen Partai Kekuatan Rakyat Yoo Yong-won.
Anggaran tambahan yang disetujui oleh Majelis Nasional secara drastis telah mengurangi jumlah yang dialokasikan untuk program tersebut, yaitu dari 10 miliar won (7,3 juta USD) menjadi hanya 300 juta won.
Pemotongan anggaran tersebut dinilai membahayakan kelangsungan proyek dan mengindikasikan bahwa sumber daya akan dialihkan ke prioritas strategis lainnya.
Pada Mei lalu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan telah memulai peninjauan resmi atas akuisisi helikopter Apache Guardian, mempelajari alternatif yang lebih fleksibel serta berbiaya rendah, seperti sistem hibrida manusia-mesin dan drone.
Pertimbangan tersebut juga didasari perang di Ukraina yang menyingkap kerentanan helikopter berawak terhadap pertahanan udara portabel manusia modern dan sistem penolakan area.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada proposal yang telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS pada bulan Agustus 2024.
AS telah mengesahkan potensi penjualan hingga 3,5 miliar USD untuk 36 helikopter AH-64E, 76 mesin, dan ratusan rudal AGM-114 Hellfire.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga telah meninjau ulang kelayakan investasi tersebut dengan menunjukkan bahwa tingginya biaya pemeliharaan dan pengoperasian helikopter Apache dapat tidak sesuai dengan skenario operasional baru, yang semakin berorientasi pada peperangan jaringan dan integrasi sistem tak berawak.
Yoo menganggap peninjauan program tersebut sebagai langkah positif, seraya mencatat bahwa bahkan Angkatan Darat AS pun telah memprioritaskan pesawat tanpa awak serang jarak jauh, seperti MQ-1C Gray Eagle, dibandingkan armada besar helikopter berawak.
Rencana Korea Selatan untuk memperkuat armada Apache bermula pada tahun 2021, ketika Administrasi Program Akuisisi Pertahanan mengalokasikan 3,2 triliun won (2,3 miliar USD) untuk melanjutkan gelombang pertama 36 AH-64E yang diperoleh antara tahun 2012 dan 2021, termasuk senjata Hellfire, rudal Stinger, paket pelatihan, dan infrastruktur pemeliharaan.
Helikopter AH-64E Apache Guardian yang saat ini beroperasi di Korea Selatan dilengkapi radar Longbow, sistem kendali tembakan digital, dan kemampuan beroperasi terintegrasi dengan kendaraan udara tak berawak, seperti RQ-7 Shadow.
Selain itu, juga dilengkapi sistem peringatan modern dan penanggulangan elektronik untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup di lingkungan dengan ancaman tinggi.
Meskipun pembelian baru tersebut kemungkinan dibatalkan, kemitraan industri antara Boeing dan Korea Aerospace Industries (KAI) tetap solid, dengan KAI bertanggung jawab atas pembuatan badan pesawat dan komponen struktural untuk Apache Guardian. (RNS)

