Dassault Aviation dan Tata Advanced Systems akan memproduksi badan jet tempur Rafale di India, pabrik pertama di luar Prancis
BoeingMan777/ShutterstockAIRSPACE REVIEW – Dassault Aviation dari Prancis dan Tata Advanced Systems Limited (TASL) dari India telah menandatangani empat Perjanjian Pengalihan Produksi untuk memproduksi badan pesawat tempur Rafale serta komponen-komponen lainnya di India.
Perjanjian tersebut menjadikan India sebagai negara pertama di luar Prancis yang memproduksi struktur utama Rafale.
Bagi India, perjanjian ini juga merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemampuan manufaktur industri dirgantara dalam negeri sesuai kampanye pemerintah “Make in India” serta mendukung rantai pasokan global.
Fasilitas manufaktur jet tempur Rafale akan didirikan di Hyderabad. Fasilitas ini akan memproduksi bagian-bagian struktural utama Rafale, termasuk sisi-sisi badan pesawat bagian belakang, bagian ekor lengkap, badan pesawat bagian tengah, dan bagian depan.
Bagian badan pesawat pertama diharapkan rampung pada tahun fiskal 2028. Pabrik tersebut direncanakan akan mengirimkan hingga dua badan pesawat lengkap per bulan.
“Untuk pertama kalinya, badan pesawat Rafale akan diproduksi di luar Prancis. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat rantai pasokan kami di India,” kata Eric Trappier, Ketua dan CEO Dassault Aviation.
“Berkat perluasan mitra lokal kami, termasuk TASL, salah satu perusahaan terkemuka di industri kedirgantaraan India, rantai pasokan ini akan berkontribusi pada keberhasilan perluasan Rafale dan, dengan dukungan kami, akan memenuhi persyaratan kualitas dan daya saing kami,” imbuh Trappier.
Sementara itu, Sukaran Singh, CEO dan Managing Director TASL mengatakan kemitraan ini menandai langkah penting industri pesawat India sekaligus merupakan kepercayaan yang sangat besar.
“Kemitraan ini menandai langkah penting dalam perjalanan kedirgantaraan India.” Ia melanjutkan, “Produksi badan pesawat Rafale lengkap di India memperkuat kepercayaan yang semakin besar terhadap kemampuan Tata Advanced Systems dan kekuatan kolaborasi kami dengan Dassault Aviation,” ujarnya.
“Hal ini juga mencerminkan kemajuan luar biasa yang telah dicapai India dalam membangun ekosistem manufaktur kedirgantaraan yang modern dan tangguh yang mampu mendukung platform global,” lanjut dia.
India telah membeli tiga lusin jet Rafale dari Dassault Aviation untuk Angkatna Udara India (IAF) senilai 8,8 miliar USD pada tahun 2016. Seluruh pesawat telah diterima oleh IAF.
Pada April lalu, India juga membeli 26 Rafale M (versi Angkatan Laut) untuk Angkatan Laut India (IN) senilai 7,4 miliar USD. (RNS)

