Murah dan mematikan, China mengubah peluru artileri menjadi bom luncur udara presisi tinggi

China kembangkan bom luncur udara dari amunisi artileriVia Militarnyi

AIRSPACE REVIEW – Berbagai inovasi dilakukan China, termasuk dalam hal persenjataan. Baru-baru ini China berkreasi mengubah peluru artileri menjadi bom luncur berpresisi tinggi.

Peluru artileri DLB-P 152 dan 155 mm adalah yang pertama diadaptasi. Peluru ini dimodifikasi dengan menambahkan perangkat navigasi yang terpasang padanya.

Perangkat tersebut menggunakan sistem pemandu inersia yang dikombinasikan dengan navigasi satelit GPS.

Militarnyi melaporkan bahwa saat ini Beijing sedang melaksanakan program skala besar untuk membuat perangkat berpresisi tinggi untuk bom udara. Selain amunisi penerbangan standar, peluru artileri juga mulai dikembangkan untuk program ini.

Peluru artileri yang telah dimodifikasi menjadi bom luncur dapat dilepaskan dari drone maupun platform lainnya.

Jangkauan terbang bom luncur tersebut saat ini belum diketahui, tetapi menurut perkiraan yang ada, jaraknya sekitar 50 km saat dijatuhkan dari ketinggian 5–6 km.

Secara terpisah, China juga telah mengembangkan perangkat HuoShi 1-130 berpresisi tinggi khusus untuk drone.

Sistem perencanaan dan koreksi lintasan modular tersebut dikembangkan oleh Henan Unmanned Intelligent Equipment Co., Ltd.

Sistem ini menyediakan jangkauan terbang 6 hingga 65 km dan menggunakan navigasi Beidou, sistem inersia, dan geomagnetik.

Amunisi dilengkapi dengan sekering elektronik dengan kemampuan meledak di udara dan saluran transmisi data untuk input koordinat target otomatis.

Perusahaan China juga dilaporkan telah mengembangkan kit LS-6 yang memungkinkan pembuatan amunisi presisi tinggi seberat 50 kg dengan jangkauan terbang hingga 60 km.

Sistem panduan LS-6 didasarkan pada navigasi inersia dan satelit dan dapat dilengkapi dengan panduan laser jika diperlukan.

Inovasi China dengan mengubah amunisi artileri menjadi bom luncur udara presisi tinggi menawarkan alternatif senjata yang berharga lebih murah namun mematikan. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *