Angkatan Udara AS ubah jet tempur F-16 menjadi pesawat tanpa awak dengan modifikasi terbaru

F-16 Fighting FalconUS DoD

AIRSPACE REVIEW – Wing ke-96 dan ke-53 di Pangkalan Angkatan Udara Eglin pada 1 April 2024 menyambut gelombang pertama tiga jet F-16 Fighting Falcon yang akan digunakan dalam program Viper Experimentation and Next-gen Operations Model – Autonomy Flying Testbed (VENOM-AFT).

VENOM-AFT adalah program strategis, didukung oleh investasi yang signifikan, yang bertujuan untuk mempercepat penilaian perangkat lunak penerbangan otonom baik pada pesawat berawak maupun tak berawak.

Inisiatif ini dibangun berdasarkan fondasi penelitian otonomi dan kecerdasan buatan (AI) yang ada di Pangkalan Angkatan Udara Eglin guna memberikan wawasan penting bagi pengembang yang mengerjakan teknologi otonom.

Fase selanjutnya dari program ini akan melibatkan adaptasi F-16 ini ke dalam platform eksperimental untuk memfasilitasi evaluasi cepat fungsi penerbangan otonom.

Proses pengujian untuk inisiatif VENOM akan mengikuti prosedur yang ditetapkan untuk evaluasi F-16 dan F-15 di Eglin, yang melibatkan Skuadron Uji Penerbangan ke-40 dan Skuadron Uji dan Evaluasi ke-85 dalam penilaian pengembangan dan operasional.

Tujuan akhir dari inisiatif VENOM-AFT adalah untuk memajukan pengetahuan dan kemampuan Angkatan Udara AS dalam teknologi otonom dan persenjataan, yang berfokus pada tujuan untuk mencapai penyebaran cepat dan kesiapan operasional teknologi ini dengan cara yang aman.

Untuk diketahui, program pengembangan jet tempur F-16 tak berawak oleh Angkatan Udara AS ini bukanlah yang pertama.

Sebelumnya, pada September 2013, jet tempur F-16 tanpa awak yang dikenal juga sebagai QF-16, sukses melakukan penerbangan perdananya. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *