2 EA-18G Growler terbang tanpa pilot, dikendalikan dari pesawat lainnya

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Boeing dan Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) telah berhasil menerbangkan dua jet tempur serang elektronik EA-18G Growler tanpa pilot. Kedua pesawat yang telah berubah menjadi UAV (drone) itu dikendalikan dari Growler lainnya yang diawaki.

Empat kali uji penerbangan telah dilaksanakan sejak September 2019 di Naval Air Station Patuxent River, kata Boeing dalam pernyatan tanggal 4 Februari 2020. Dalam seluruh penerbangan tersebut dilaksanakan 21 misi uji coba.

Boeing menambahkan, uji penerbangan EA-18G tanpa pilot ini juga merupakan bagian dari pendahuluan penggunaan EA-18G sebagai pesawat pengendali Loyal Wingman UAV. Loyal Wingman adalah pesawat siluman tanpa awak yang dibangun Boeing untuk Angkatan Udara Australia (RAAF).

BACA  Airbus berhasil kirimkan 863 pesawat komersial di 2019

EA-18G UAV merupakan bagian dari peningkatan armada Growler ke konfigurasi Block II dengan kokpit yang canggih.

Namun demikian, sebelumnya Boeing tidak pernah menyebutkan kalau proyek ini juga untuk menghasilkan EA-18G tanpa awak.

Boeing memodifikasi EA-18G pada musim panas 2019. Tiga unit EA-18G telah dimodifikasi menjadi EA-18G UAV.

EA-18G
Boeing

Dua dari tiga pesawat ini juga akan digunakan Boeing sebagai platform untuk peningkatan jet F/A-18E/F Super Hornet Block III.

Pengembangan teknologi EA-18G UAV dibiayai bersama oleh Boeing dan USN.

Boeing bukan kali ini saja membuat jet tempur berawak menjadi tidak berawak. Pada 2013, industri kedirgantaraan Amerika ini memodifikasi pesawat Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon yang sudah tidak digunakan menjadi QF-16 full-scale aerial target (FSAT). Yaitu jet tempur tak berawak yang dijadikan sebagai platform target udara skala penuh untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

BACA  Mengenal Pindad SPR-2, Senapan Antimaterial Karya Anak Bangsa

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *