Ukraina mengakui sulit berperang melawan Rusia tanpa bantuan senjata dari Barat

Kirill BudanovPravda.com.ua
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kepala Intelijen Militer Ukraina Kirill Budanov mengatakan, sangat sulit bagi Ukraina untuk berperang melawan Rusia tanpa bantuan persenjataan dari Barat.

Hal itu dikatakan Budanov kepada media pada hari Jumat (1/9).

“Akan sulit, sangat sulit. Tidak perlu bertele-tele, akan sangat sulit,” ujarnya berterus terang dalam wawancara dengan saluran televisi 1+1, seperti diwartakan TASS.

Ia menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan bantuan senjata sepenuhnya dari mitra Barat.

Mengomentari kritik Barat yang menilai serangan balasan Ukraina berjalan terlalu lambat, Budanov menyatakan bahwa serangan tersebut tidak dilakukan demi mitra Barat.

Setelah dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina, negara-negara Barat memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dan meningkatkan pasokan senjata ke rezim Kyiv senilai puluhan miliar dolar AS.

Namun demikian, Kyiv terus meminta lebih banyak senjata, rudal jarak jauh, dan pesawat tempur.

Beredar informasi bahwa Barat akan mengurangi dukungan persenjataannya ke Ukraina karena serangan balasan Ukraina terhadap pasukan Rusia dinilai kurang banyak terobosan.

Menurut analis Bloomberg, mitra-mitra Barat khawatir bahwa operasi tempur akan berkepanjangan karena kapasitas mereka sudah habis dan peningkatan produksi senjata merupakan suatu masalah.

Sementara itu, Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan, Moskow menganggap pasokan senjata Barat ke Ukraina sebagai bukti meningkatnya keterlibatan Barat dalam konflik di Ukraina.

-JDN-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *