KAI mengonfirmasi sedang melakukan negosiasi dengan Mesir untuk pengadaan 36-100 FA-50

FA-50 ROKAFROKAF

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.coom) – Korea Aerospace Industries (KAI) mengonfirmasi sedang melakukan negosiasi dengan Mesir untuk pengadaan/ToT Pesawat Tempur Ringan (LCA) FA-50 Fighting Eagle.

CEO Grup KAI mengatakan, Mesir kemungkinan akan memilih penawaran yang disukai untuk LCA mendatang tahun depan. KAI berharap dapat mengekspor 36-100 FA-50 ke Mesir, tulis jurnalis Mahmoud Gamal di akun Twitter.

Pada bulan Desember, Organisasi Arab untuk Industrialisasi Mesir menandatangani perjanjian awal dengan KAI untuk ToT dan produksi bersama jet latih lanjutan & Pesawat Tempur Ringan untuk memenuhi kebutuhan EAF dan ekspor ke negara ketiga.

Pada bulan Januari, Ketua AOI Mesir bertemu dengan delegasi KAI dan Hanwha Aerospace, membahas langkah-langkah eksekutif yang diambil untuk mengembangkan perjanjian awal yang ditandatangani antara AOI dan KAI untuk melokalkan teknologi manufaktur pesawat latih jet canggih dan pesawat tempur ringan.

KAI tidak hanya merencanakan produksi bersama dengan Mesir, tetapi juga membangun pusat ekspor regional dan menyediakan layanan terkait

KAI juga bertujuan untuk bekerja sama dengan Mesir dalam mengembangkan R&D penerbangannya, selanjutnya membangun ekosistem industri penerbangan di negara tersebut.

Airspace Review pada 13 Agustus 2022 pernah memberitakan bahwa KAI memprediksi Mesir berminat untuk mengakuisisi hingga 100 jet tempur serang FA-50 Fighting Eagle.

KAI meyakini jet tempur ringan buatannya yang paling cocok untuk Angkatan Udara Mesir.

Hal itu diungkapkan usai Tim Elang Hitam Angkatan Udara Republik Korea menjadi tim demonstrasi udara pertama di dunia yang terbang di atas piramida Mesir dalam acara Egypt Air Pyramid Air Show pada 3 Agustus lalu.

KAI menilai kesempatan yang diberikan untuk tim aerobatik Black Eagles di atas Piramida Mesir merupakan lampu hijau dari negara di Afrika itu untuk membeli produk militer Korea, dalam hal ini FA-50.

Mesir sendiri saat ini memang sedang mencari jet latih lanjut bagi angkatan udaranya sebanyak 100 unit.

KAI mengatakan, FA-50 memiliki kompatibilitas tinggi dengan pesawat tempur utama Angkatan Udara Mesir, F-16.

Pesawat ini dioptimalkan untuk pendidikan dan pelatihan dibandingkan dengan saingannya, AVIC L-15 dari China dan Leonardo M346 dari Italia yang sama-sama sedang bersaing di Mesir.

Hingga saat itu KAI telah memproduksi lebih dari 280 pesawat keluarga T-50 (termasuk FA-50) dan mengirimkannya ke negara-negara pelanggan.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *