AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sistem pertahanan udara jarak pendek Tor Rusia berhasil melibas tiga drone berukuran kecil AC-1M Furia milik Ukraina dalam Operasi Militer Khusus yang digelar oleh Rusia.
“Awak sistem pertahanan udara Tor-M2U menghancurkan tiga UAV Furiya di area permukiman Naugolnoye, Veliky Vyselok,” kata Kepala Pusat Pers Gugus Tugas Pusat pada 30 Maret 2023.
Sebelumnya, pada 26 Maret dilaporkan terjadi penembakan UAV Furia Ukraina oleh sistem SAM Tor-M1 Rusia di dekat Krasny Liman.
UAV AC-1M Furia, menurut pengamat, adalah salah satu drone terkecil yang digunakan dalam konflik Ukraina. Dengan demikian, sistem Tor SAM Rusia memastikan kemampuannya berhasil mencegat target berukuran sangat kecil.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Tor SAM di Zona Operasi Khusus memindai langit setiap hari, siang, dan malam.
“Radar memindai langit 360 derajat dengan jarak lebih dari 30 km. Tugas utama Tor meliputi perlindungan fasilitas penting atau unit militer yang strategis,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Ditambahkan, sistem Tor SAM dapat melibas empat target secara bersamaan atau menembakkan empat rudal sekaligus. Sistem ini tidak memiliki kesamaan dengan sistem lain di dunia.
Tor (NATO: SA-15 Gauntlet) merupakan keluarga sistem pertahanan udara segala cuaca multi-saluran jarak pendek yang dirancang untuk mencegat kendaraan udara tak berawak, senjata presisi tinggi, pesawat terbang, dan helikopter yang terbang di ketinggian berbeda (termasuk yang sangat rendah), dalam kondisi cuaca apa pun, dalam kondisi api yang intens dan penanggulangan elektronik.
Sistem buatan IEMZ Kupol (bagian dari Almaz-Antey Corp.) ini dapat menghancurkan targetnya hingga jarak 15 km.
-JDN-

