Su-30MKM milik TUDM masih dapat beroperasi hingga 20 tahun ke depan

Su-30MKMWikipedia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pesawat tempur Su-30MKM milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) masih dapat beroperasi hingga 20 tahun ke depan. Hal ini dikatakan oleh kontraktor utama yang memelihara pesawat buatan Rusia tersebut, yaitu Aerospace Technology Systems Corporation Sdn Bhd (ATSC).

CEO ATSC Letkol (Purn) Radzar Suhada mengatakan, perusahaan mampu memastikan jet tempur berusia 16 tahun itu dipertahankan hingga tahun 2035, tergantung pada ketersediaan suku cadang.

Dia juga mengatakan perusahaan telah mampu melakukan pemeliharaan berat (overhaul) Su-30MKM di Malaysia.

Dijelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan berat di dalam negeri adalah setengah dari biaya bila pesawat tersebut dikirim ke Rusia untuk tujuan yang sama.

Lebih lanjut dikatakan, setiap Su-30 membutuhkan dana sebesar 27 juta dolar AS untuk overhaul setiap 1.500 jam terbang atau 10 tahun beroperasi.

ATSC mempekerjakan sebagian besar para pensiunan teknisi dan insinyur TUDM yang telah ahli dalam menangani jet tempur Flanker tersebut.

“Setidaknya 70% dari kru pemeliharaan kami adalah pensiunan teknisi dan insinyur RMAF, yang telah dipekerjakan karena keahlian mereka yang luas dalam menangani jet,” kata Fadzar seperti diberitakan media lokal FMT.

Malaysia mengoperasikan 18 Su-30MKM sejak 2007, melengkapi 18MiG-29N yang diperoleh tahun 1995.

Pengadaan pesawat tempur dari Rusia, dimaksudkan untuk menghilangkan ketergantungan pada pesawat tempur buatan Inggris atau Amerika Serikat. MiG-29N telah dinonaktifkan oleh TUDM pada tahun 2015.

-JDN-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *