China luncurkan kapal tanpa awak ORCA di NAVDEX 2023
Tayfun Ozberk AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada pameran NAVDEX 2023 di Abu Dhabi UEA, perusahaan pertahanan China CSSC untuk pertama kalinya meluncurkan model JARI-USV-A.
Kapal tanpa awak yang dijuluki ORCA ini berdimensi panjang total 58 m, lebar 23 m, dan perpindahan 420 ton. Kecepatan meluncur di permukaan air 42 knot dan membawa muatan 70 ton.
ORCA dilengkapi dengan sistem propulsi ganda diesel-listrik yang memungkinkannya beroperasi secara mandiri atau dalam formasi untuk operasi jarak menengah dan panjang.
Kapal ini dibekali kesadaran otonom, yang memungkinkan untuk membangun situasi navigasi dan pertempuran dengan fusi informasi dan identifikasi target.
ORCA juga dapat merencanakan tugas secara mandiri dan secara cerdas mengontrol platform dan muatan untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan persyaratan operasional.
Selain itu, ORCA dapat mendukung deteksi terkoordinasi dengan kendaraan udara tak berawak (UAV) dan kendaraan bawah air tak berawak (UUV) yang dibawanya.
Dalam hal kemampuan senjata, ORCA dilengkapi dengan berbagai sistem persenjataan, termasuk senapan mesin, rudal anti kapal, dan rudal anti pesawat.
Kapal juga dapat membawa muatan anti-kapal selam dan menyerang target bawah air dengan torpedo berbantuan roket dan torpedo yang diluncurkan dari tabung.
Melansir Navy Recognition (2/3), ORCA yang berkemampuan siluman (stealth) ini mampu melakukan berbagai operasi militer, termasuk serangan over-the-horizon, pertahanan udara, antirudal, serta pencarian dan serangan kapal selam.
Dalam kondisi hidrologi yang baik dan ketika keadaan laut tidak lebih dari level 3, ORCA mampu menyerang target kapal selam pada jarak maksimum lebih dari 7 km.
ORCA dilengkapi dengan kapasitas pemrosesan informasi lebih dari 600 batch, memungkinkannya memproses dan menganalisis data dalam jumlah besar secara efektif dari berbagai sensor dan sumber.
-RBS-

