AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tak lagi sekadar menjadi rumor, drone kamikaze Iran telah digunakan secara aktif oleh pasukan Rusia untuk menyerang target di Ukraina.
Sejumlah kendaraan udara tak berawak kamikaze dikenal sebagai Shahed-136 ini digunakan untuk melakukan serangan terhadap sasaran Ukraina di wilayah Odesa dan Dnipro.
Pasukan Rusia melakukan serangan serius terhadap sasaran Ukraina di wilayah Southenr, pada 23 September, kata pejabat Ukraina seperti diwartakan Defence Blog (24/9).
Ukraina mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya akan menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran atas keputusan Teheran untuk memasok pasukan Rusia dengan pesawat tak berawak.
Sebuah langkah yang oleh Presiden Volodymyr Zelenskiy disebut sebagai kolaborasi dengan kejahatan.
“Hari ini tentara Rusia menggunakan drone Iran untuk serangannya. Dunia akan tahu tentang setiap contoh kolaborasi dengan kejahatan, dan itu akan memiliki konsekuensi yang sesuai,” kata Zelenskiy dalam pidato video larut malam.
Oleg Nikolenko, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, menulis melalui cuitan di Twitter pada hari Sabtu bahwa sebagai tanggapan atas pasokan senjata ke Rusia, pihaknya mencabut akreditasi Duta Besar Iran di Kyiv.
“kami mengumumkan pencabutan akreditasi Duta Besar Iran di Kyiv dan penarikan signifikan personel diplomatik di Kedutaan Iran,” ujarnya.
Otoritas militer di Ukraina selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menembak jatuh empat kendaraan udara tak berawak Shahed-136 di atas laut dekat pelabuhan Odesa pada hari Jumat.
Shahed-136 yang dipasok Iran adalah drone berkeliaran atau bunuh diri yang sepenuhnya dikembangkan dan diproduksi oleh industri pertahanan Iran yang diresmikan pada Desember 2021.
Shahed-136 yang dikenal juga sebagai Geran 2 ini memiliki panjang 3,5 m, lebar sayap 2,5 m, dan berat 200 kg.
Drone ini dilengkapi dengan hulu ledak dan dapat terbang hingga jrak 2.500 km dengan kecepatan maksimum 185 km/jam.
-RBS-

