Denel G5 Mk IIl 155 mm, artileri medan andalan Angkatan Darat Malaysia

Denel G5 Mk IIIAngkatan Darat Malaysia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada tahun 2000 Kementerian Pertahanan Malaysia menandatangani perjanjian dengan Denel Group dari Afrika Selatan untuk memperoleh 22 unit howitzer derek G5 Mk lII 155/45.

Menurut pernyataan resmi dari Denel, perjanjian untuk 22 senjata juga mencakup akuisisi Sistem Kontrol Tembakan (FCS), amunisi, bantuan logistik dan pelatihan.

Dari pengadaannya tahun 2000 hingga sekarang, howitzer G5 Mk III tetap menjadi meriam kaliber terbesar yang diandalkan oleh Angkatan Darat Malaysia.

Kementerian Pertahanan Malaysia sendiri telah melakukan akuisisi lanjutan untuk menambah jumlah mereka, seperti dilansir dari Army Recognition (23/8).

Mengenai G5, howitzer ini didasarkan pada GC-45 Kanada, tetapi telah dimodifikasi sehingga dapat beroperasi sesuai dengan kondisi lingkungan di Afrika Selatan dan negara-negara regionalnya.

G5 MK III dilengkapi dengan Auxiliary Power Unit (APU) untuk memudahkannya bergerak sendiri (untuk jarak terbatas) dengan kecepatan 16 km/jam tanpa kendaraan pendereknya.

APU memungkinkan mode tembak dan bergeser sampai batas tertentu untuk menghindari ancaman serangan balik artileri musuh sebagian berkat informasi yang disalurkan oleh radar kontra-baterai.

Menggunakan Sistem Kontrol Tembakan AS2000, howitzer G5 Mk lII dapat menembakkan tiga munisi per menit.

Jika menembakkan Extended Range Full Bore (ERFB), G5 Mk lll dapat mengenai target sejauh 30 km dan menggunakan Base Bleed, jarak tempuhnya bisa mencapai 39 km.

Jika menggunakan amunisi Rocket Assisted Projectile (RAP), sanggup menghantam target hingga jarak 50 km.

Dengan bobot sekitar 13,75 ton, G5 Mk III dapat dipindahkan via udara menggunakan pesawat angkut seperti Lockheed Martin C-130 dan Airbus A400M Atlas.

Selama beberapa tahun terakhir, Denel telah mengembangkan varian G5 yang lebih mumpuni dalam hal akurasi dan jarak tembak, menggunakan meriam kaliber 52 yang disebut sebagai G5-2000.

G5 yang mulai beroperasi sejak 1983 ini, telah digunakan militer Afrika Selatan secara luas dalam berbagai konflik yang melibatkan negara paling bawah benua Afrika ini.

Howitzer derek G5 juga telah mendapatkan cap battle proven dalam palagan lainnya yakni Perang Iran-Irak dan Perang Teluk.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *