Maroko jadi pusat perawatan pesawat F-16 dan C-130 di Afrika

F-16 Maroko_Carl Richards
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Maroko akan menjadi pusat perawatan pesawat F-16 dan C-130 di Afrika. Hal ini berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani antara Maroko, Sabca Belgia, Sabena Aerospace, dan Lockheed Martin selaku pembuat kedua pesawat.

Perjanjian ini akan mengarah pada penciptaan Maintenance Aero Maroc (MAM), fasilitas perawatan pesawat di bandara militer Benslimane untuk mendukung kebutuhan Angkatan Udara Kerajaan Maroko dan membawa pekerjaan berteknologi tinggi dan keterampilan teknis di dalam negeri.

Mengutip pernyataan Sabca, kegiatan pemeliharaan pertama pesawat C-130 akan dimulai di fasilitas seluas 1.400 m2 sebelum akhir tahun ini.

Dikatakan, kemitraan ini akan memastikan bahwa Kerajaan Maroko menerima fasilitas, peralatan, pelatihan, dan sertifikasi industri terbaik untuk mendukung persyaratan berkelanjutan Angkatan Udara Kerajaan Maroko dan pelanggan internasional lainnya, seperti diberitakan Breaking Defense.

Angkatan Udara Kerajaan Maroko saat ini sedang menunggu pengiriman pesawat F-16 Block 72. Pesawat dijadwalkan beroperasi antara akhir 2025 dan 2027.

Dengan adanya fasilitas MRO F-16 di Maroko, memungkinkan negeri itu secara lokal mengembangkan armada F-16 yang dimiliki saat ini ke tingkat F-16 Viper Block 72 yang lebih canggih, kata Abdel Hamid Harfi, pakar militer Maroko.

Angkatan Udara Maroko sudah mengoperasikan 23 jet tempur F-16 dan 17 unit C-130H.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *