Rusia harap berhat-hati, kiriman baru drone Bayraktar TB2 tiba di Ukraina

Bayraktar TB2 ampuh menghancurkan ranpur RusiaScreencap

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Salah satu alutsista yang membuat kolom kendaraan-kendaraan tempur Rusia tak berarti, adalah drone Bayraktar TB2 buatan Turki yang berkeliaran bebas di langit Ukraina.  

Sejumlah video memperlihatkan pesawat tanpa awak bersenjata itu dengan leluasa melepaskan persenjataannya dari udara.

Rekaman hancurnya ranpur-ranpur Rusia terlihat jelas dari cuplikan video tersebut.

Rekaman yang dirilis oleh militer Ukraina selama akhir pekan itu menunjukkan TB2 telah menghancurkan kolom militer Rusia yang panjang di Kherson, dekat Kyiv.

Serangan Bayraktar menghancurkan peralatan militer dan membunuh banyak tentara Rusia.

Tak hanya ranpur, drone Bayraktar TB2 juga menghancurkan kereta milik Rusia yang mengirim bahan bakar guna mendukung laju pergerakan pasukan Rusia.

Tanpa bahan bakar, ranpur-ranpur Rusia yang perkasa itu tak lagi bisa bergerak untuk mencapai tujuan akhirnya.

Pertanyaan berikutnya, bila ranpur-ranpur Rusia kehabisan bahan bakar di wilayah Ukraina, lalu bagaimana nasib para awaknya. Mau lari ke mana atau menyelamatkan diri di mana.

Rusia tampaknya luput dalam skenario pertempuran yang mendahulukan pasukan darat dengan ribuan kendaraan tempurnya dalam lima hari agresi sejak tanggal 24 Februari 2022.

Para pengamat militer di Barat mempertanyakan tentang lemahnya Angkatan Udara Rusia (VKS) yang sebelum ini sangat diagung-agungkan.

Rusia tampak menunda-nunda pengerahan kekuatan udara secara masif dan baru beberapa hari terakhir mulai terlihat ada pengerahan pesawat-pesawat tempur modern walau jumlahnya tidak banyak.

Kembali ke pokok bahasan drone, Kementerian Pertahanan Ukraina pada hari Rabu (2/3/2022) menyatakan bahwa drone tempur Bayraktar TB2 baru telah tiba dari Turki dan sedang dikerahkan di lapangan.

“Bayraktar baru telah tiba dan mereka siap untuk bertempur,” kata Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov dalam unggahan di akun Facebook.

Drone baru ini menambah 12 unit Bayraktar TB2 yang telah dimiliki oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Ukraina sebelumnya.

Selain drone, Reznikov juga mengatakan bahwa Kyiv akan menerima sejumlah rudal Stinger dan Javelin baru dari sekutu asing.

Terkait drone, Ukraina dan Turki sebelum ini telah bekerja sama erat dalam bidang pertahanan. Hubungan kedua negara terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Produser Bayraktar TB2, Baykar, bahkan sedang membangun pabrik di Ukraina sebelum perang dengan Rusia berkecamuk.

Perusahaan Ukraina juga memproduksi mesin TB2 dan Turki telah menjual lebih dari 20 Bayraktar ke Kyiv selama dua tahun terakhir.

Beberapa ahli percaya jumlah TB2 di gudang senjata Ukraina akan lebih banyak lagi.

Artinya, ini lampu kuning buat Rusia untuk lebih berhati-hati dan siap-siap lebih banyak kehancuran kendaraan tempur apabila drone Bayraktar TB2 tidak bisa dinetralisir.

Tak perlu lagi meragukan kiprah drone ini, seperti telah dibuktikan efektivitasnya di berbagai palagan tempur termasuk perang di Libia, Suriah, dan Nagorno-Karabakh.

-RNS-

Leave a Reply

Your email address will not be published.