Kemhan Inggris kucurkan dana segar untuk pengembangan Tempest

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kementerian Pertahanan Inggris telah mengucurkan dana segar sebesar 250 juta pound Inggris (348,8 juta dolar AS) kepada BAE Systems untuk memajukan desain dan pengembangan jet tempur generasi keenam Tempest.

Dorongan pemerintah Inggris terhadap program Future Combat Air System (FCAS) tersebut merupakan langkah untuk makin meningkatkan keunggulan industri dalam negeri mereka yang sudah terkemuka.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace usai penandatanganan kontrak di fasilitas BAE Systems di Lancashire seperti disiarkan RAF pada 29 Juli 2021.

Program Tempest FCAS diharapkan dapat menciptakan 20.000 pekerjaan setiap tahun dari tahun 2026 hingga 2050. Program ini diprediksi akan menyumbang 25 miliar pound untuk ekonomi Inggris.

Dengan kontrak yang telah ditandatangani ini, secara resmi menandai dimulainya konsep program dan fase penilaian.

Program ini melibatkan Kementerian Pertahanan Inggris, BAE Systems, Leonardo UK, MBDA UK, dan Rolls-Royce.

Bekerja sama dengan mitra asing, BAE Systems bertindak selalu pemimpin dalam pengembangan program Tempest.

RAF mengatakan, kontrak fase konsep dan penilaian akan melihat mitra mengembangkan berbagai konsep digital.

Kontrak ini juga menanamkan alat dan teknik baru untuk merancang, mengevaluasi dan membentuk desain akhir dan persyaratan kemampuan Tempest.

Tempest yang mempunyai arti Badai, akan menjadi jet tempur garda terdepan Inggris di masa mendatang.

Pesawat ini dibuat untuk menggantikan peran Eurofighter Typhoon. Tempest dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2035.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *