Rostec dan Russian Post akan uji drone pengiriman kargo di Chukotka

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Penggunaan drone sebagai alat pengirim kargo melalui udara akan diuji oleh Rostec dan Russian Post pada akhir tahun ini.

Russian Helicopters, bagian dari Rostec State Corporation, telah menandatangani perjanjian dengan Russian Post tentang penggunaan pesawat tak berawak (drone) untuk pengiriman kargo di Distrik Otonomi Chukotka.

Penandatanganan dilaksanakan di International Aviation and Space Show MAKS-2021 oleh Direktur Jenderal Russian Helicopters Andrey Boginsky dan Direktur Jenderal Russian Post Maxim Akimov.

Russian Helicopters menjelaskan, perusahaan akan melakukan uji terbang pertama di sepanjang rute Anadyr-Ugolnye Kopi di Chukotka pada akhir 2021.

Setelah penerbangan eksperimental, kedua pihak berencana menggunakan drone tersebut untuk melayani 20 rute penerbangan dan mengirimkan kargo surat hingga 245 ton per tahun.

Dua drone terbaru Russian Helicopters yang akan digunakan untuk tugas tersebut adalah BAS-200 dan VRT300.

“Hari ini kami menjalin kerja sama strategis yang saling menguntungkan dengan Russian Post untuk pengembangan teknologi tak berawak buatan dalam negeri serta pengembangan komunikasi pos dan peningkatan transportasi barang di Federasi Rusia,” ujar Boginsky.

Boginsky meyakini, proyek ini akan menciptakan dasar yang kuat untuk teknologi drone lebih lanjut.

Demikian juga untuk implementasi layanan pos yang sangat penting bagi orang Rusia yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

“Jika proyek percontohan berhasil, kami akan siap untuk menandatangani kontrak pertama untuk transportasi kargo dengan drone tahun depan dan nanti kami akan dapat meningkatkan pengalaman ini ke wilayah lain,” lanjut Andrei Boginsky.

Aerotaxi untuk kargo 

Sementara itu Maxim Akimov mengatakan, Rusia memiliki sejumlah besar wilayah yang sulit dijangkau di mana pesawat tak berawak dapat memotong waktu pengiriman rata-rata setengahnya.

“Menurut perhitungan kami, penggunaan proyek ‘Aerotaxi’ di masa depan juga akan meningkatkan volume lalu lintas kargo hingga 11 kali lipat. Pan pada saat yang sama biaya layanan logistik akan berkurang 1,81 kali,” kata Akimov.

Ditambahkan, Russian Post berencana untuk meluncurkan pengiriman tanpa awak pada 48 rute di empat wilayah, yaitu Distrik Otonomi Chukotka, Kamchatka Krai, Distrik Otonomi Yamalo-Nenets, dan Distrik Otonomi Khanty-Mansi.

Mekanisme pengaturan akan terlibat dalam proyek, yang disediakan oleh Undang-Undang Federal “Tentang Rezim Hukum Eksperimental di Bidang Inovasi Digital di Federasi Rusia”.

drone BAS-200Gleb Irisov/TASS

Drone jenis helikopter BAS-200 dengan berat lepas landas maksimum 200 kilogram selain digunakan untuk pengiriman kargo, juga diterapkan untuk pemantauan medan, pencarian dan penyelamatan, dan pekerjaan pertanian.

Drone ini dapat terbang hingga kecepatan 160 km/jam dan mampu mengangkut muatan komersial hingga 50 kilogram.

BAS-200 mampu terbang hingga 4 jam pada ketinggian hingga 3.900 meter (12.795 kaki).

Drone dapat dikendalikan hingga jarak 100 km. Pengembangan proyek dan uji terbang drone ini dilakukan oleh Pusat Helikopter Nasional Mil & Kamov.

VRT-300Roni Sontani/AR

Sementara itu, VRT300 adalah drone jenis helikopter dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) hingga 380 kg.

Drone ini dapat diterapkan untuk pemantauan medan, pengiriman kargo, kegiatan perlindungan hutan, pencarian dan penyelamatan manusia, dan kebutuhan pertanian.

Kapasitas muat VRT-300 lebih besar yaitu hingga 70 kilogram. VRT-300 dapat terbang hingga kecepatan 130 km/jam dan menjangkau jarak sejauh 325 km.

Drone dapat terbang hingga ketinggian 5.800 m (19.000 kaki) dengan endurans maksimum 5 jam.

VRT300 dirancang oleh VR-Technology, bagian dari Russian Helicopters.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *