AL Ukraina menerima kiriman pertama drone Bayraktar TB2 dari Turki

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Laut Ukraina telah menerima pengiriman kelompok pertama pesawat tanpa awak bersenjata (UCAV) Bayraktar TB2 buatan perusahaan Baykar, Turki.

Menteri Pertahanan Turki Andriy Taran mengatakan hal itu, seperti dikutip Daily Sabah pada 15 Juli.

Drone diterima AL Ukraina kurang lebih enam bulan setelah kontrak pembelian ditandatangani pada akhir 2020.

Selain membeli Bayraktar TB2, perjanjian kerja sama bilateral antara Ukraina dan Turki juga mencakup pembelian empat korvet MILGEM.

AL Ukraina bukan satuan militer pertama negeri itu yang menggunakan Bayraktar TB2. Sebelumnya, Angkatan Darat Ukraina telah mengoperasikan drone ini sejak 2019 lalu.

Bayraktar Tactical Block (TB) 2 akan digunakan oleh AL Turki untuk menjaga wilayah selatan perbatasan Turki.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Alexander Myronyuk menerangkan, drone untuk AL Turki memiliki kemampuan jangkauan terbang hingga 300 km, meningkat 150 km dari versi sebelumnya.

Sebelum menerima drone ini, para awak AL Ukraina mendapat pelatihan pengoperasian Bayraktar TB2 di Turki.

Drone Bayraktar TB2 merupakan UCAV jenis Male (medium-altitude, long-endurance). Drone ini mampu melakukan pengawasan dan pengintaian (ISR) dan terbang selama 27 jam.

Untuk penyerangan, drone dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 650 kg ini dapat membawa rudal pada empat gantungan sayapnya.

Bayraktar TB2 memiliki panjang 6,5 m dan rentang sayap 12 m.

Drone dapat terbang secara otonom, mulai dari taksi, lepas landas, terbang, hingga mendarat kembali.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *