Krisis mesin, lebih 40 F-35A milik USAF tidak bisa mengudara

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Lebih dari 40 unit F-35A milik Angkatan Udara AS (USAF) saat ini tak tersedia mesinnya sehingga tidak bisa mengudara.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Darlen Costello, Wakil Asisten Sekretaris Angkatan Udara untuk Akuisisi, Teknologi, dan Logistik kepada Sub Komite Angkatan Bersenjata di Kongres AS pada 13 Juli 2021.

Disebutkan, 41 F-35 tidak memiliki mesin karena masalah pemeliharaan.

Sebanyak 56 modul daya mesin Pratt & Whitney F135-PW-100 saat ini sedang diperbaiki di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma.

Costello seperti dikutip dari Air Force Magazine menerangkan, ada 272 unit F-35A di USAF. Sehingga, pesawat F-35A milik USAF yang tidak memiliki mesin berjumlah hampir 15%.

Menanggapi pernyataan Costello, Direktur Eksekutif Prgoram F-35 Letjen Eric T. Fick tidak menyangkalnya.

Meski demikian, ia menyebut bahwa jumlah pasti F-35 yang tidak bisa terbang dapat dihitung dengan cara yang berbeda.

Sementara itu Donald Norcross, anggota parlemen dari Patai Demoktrat, New Jersey mengatakan, keadaan tidak menguntungkan telah terjadi dalam pengoperasian F-35.

Ia menegaskan, baginya tidak nyaman untuk mendorong tambahan anggaran untuk pembelian F-35. Sedangkan pesawat yang sudah ada saja masih membutuhkan mesin.

Norcross merupakan satu dari beberapa perwakilan yang menyatakan keprihatinan tentang Program F-35 selama dengar pendapat pada hari Selasa itu.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *