Rusia memasuki liga pasar global UCAV dengan drone Orion-E

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia telah memulai promosi pesawat udara tak berawak pengintaian/penyerangan Orion-E untuk memasuki liga pasar global.

Pesawat tanpa awak bersenjata (UCAV) jenis MALE (medium-altitude long endurance) ini menjadi sebuah terobosan signifikan bagi industri kedirgantaraan Rusia di mana dalam beberapa tahun lalu belum memasuki bidang ini.

Eksportir Pertahanan Rusia mengatakan, pihaknya siap memberikan informasi komprehensif mengenai pesawat udara tak berawak Orion-E.

“Delegasi perusahaan kami siap memberikan informasi komprehensif tentang kendaraan udara tak berawak Orion-E yang telah mulai dipromosikan Rosoboronexport di seluruh dunia dalam versi pengintaian/serangan,” tulis Rosoboronexport menjelang pameran DEFEA (Defence Exhibition Athens) 2021 di Athena, Yunani pada 13-15 Juli ini.

Ditambahkan, UAV Orion-E ukuran penuh yang dilengkapi dengan senjata udara untuk pertama kalinya telah dipamerkan pada akhir Juni.

Orion-E dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan Kronstadt untuk melakukan misi di berbagai zona iklim.

Drone ini memiliki berat lepas landas maksimum 1,1 ton dengan berat muatan maksimum 250 kg.

Durasi penerbangan maksimumnya adalah 30 jam. Sementara kecepatan terbang hingga 200 km/jam.

Drone dapat melakukan pengintaian dalam rentang gelombang optik, inframerah, dan radio.

Dari satu titik kontrol di darat, empat drone Orion-E dapat dikontrol secara bersamaan.

Orion-E dapat dilengkapi dengan muatan yang dapat diganti berdasarkan prinsip modular. Terdapat tiga tiang gantungan untuk membawa berbagai senjata udara.

Selain mempromosikan Orion-E, Rosoboronexpoft juga memamerkan drone drone pengintai Orlan-10E.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *