AD Perancis mulai evaluasi ranpur intai Jaguar EBRC 6X6

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – DGA (Direction Générale de l’Armement) Perancis pada Desember 2020 lalu, melangkah lebih jauh dalam pengujian Jaguar EBRC (Engin Blindé de Reconnaissance et de Combat atau ranpur intai lapis baja) termasuk uji lintas medan dan uji tembak senjata.

Sekarang giliran STAT Section Technique de l’Armée de Terreb atau Seksi Teknik AD Perancis mengambil alih dengan proses evaluasinya sendiri. Demikian cuit Nexter dalam akun twitternya (15/6/2021).

Jaguar adalah salah satu kendaraan tempur (ranpur) dari program Scorpion AD Perancis. Ranpur ini diposisikan untuk menggantikan peran AMX-10RC, ERC-90 Sagaie, dan VAB Hot.

Pengembangan dan produksi Jaguar dilaksanakan oleh GME, sebuah konsorsium yang dibentuk oleh perusahaan pertahanan asal Perancis, yaitu Nexter Systems, Arquus, dan Thales.

Sebelumnya pada 6 Desember 2014, Menteri Pertahanan Perancis mengumumkan pesanan pertama 20 ranpur Jaguar dan 42 kendaraan tambahan pada September 2020. Secara total AD Perancis berencana akan mengakuisisi 300 Jaguar.

Mengenai spesifikasinya, Jaguar EBRC diawaki tiga orang kru yakni komandan, juru senjata, dan pengemudi.

Kendaraan berbobot 25 ton ini dibekali mesin diesel berdaya 500 hp dan berpenggerak 6×6.

Jangkauan operasionalnya 800 km dengan laju maksimum di jalan datar mencapai 90 km/jam.

Persenjataan utama Jaguar berupa kanon kaliber 40 mm dan senjata sekunder untuk sasaran ringan adalah senapan mesin kaliber 7,62 mm.

Jaguar EBRCNexter

Di luar Perancis, Militer Belgia juga telah memesan Jaguar sebanyak 60 unit dalam program CAMO (Capacité Motorisée Motorized Capability) yang bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan Prancis berdasarkan ranpur yang identik.

Di bawah kemitraan strategis ini Belgia dan Prancis akan berbagi organisasi bersama, program pelatihan, dan dukungan logistik untuk Jaguar.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *