Dulu ada Proyek MiG-33 namun batal, kini Rusia kembangkan jet tempur baru

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Biro desain kawakan Rusia, Sukhoi tengah mengembangkan jet tempur ringan multiperan bermesin tunggal baru untuk Angkatan Udara Rusia.

Pesawat baru ini digadang untuk menggantikan jet tempur MiG-29 serta jet serang Su-25.

Pengembangannya telah diungkapkan CEO Rostec Sergei Chemezov kepada media pada Desember 2020.

Disebutkan, perusahaan sedang mengerjakan konsep jet tempur kelas ringan-menengah yang dipiloti dan tak berawak.

Jet tempur yang belum disebutkan kode resminya ini memiliki berat tinggal landas maksimum 18 ton. Kecepatan maksimumnya berada pada kisaran 2 mach.

Seperti halnya jet tempur keluarga Flanker, jet baru Sukhoi ini disebutkan juga memiliki kemampuan super manuver serta peningkatan kinerja lepas landas dan pendaratan.

Secara umum, pesawat bermesin tunggal dinilai lebih baik dalam hal biaya dan lebih sedikit kebutuhan perawatan dibandingkan jet bermesin ganda.

Jauh hari di awal 1980-an, Biro Desain MiG pernah memilliki program pengembangan jet tempur ringan sekelas F-16.

Namun, proyek yang dikenal sebagai MiG-33 (Project 33) itu dihentikan.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *