Fasilitas baru Lockheed Martin akan produksi 128 F-16V hingga tahun 2026

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Fasilitas baru Lockheed Martin (LM) di Greenville, South Carolina akan memproduksi 128 F-16V (Block 70/72) hingga tahun 2026.

Kontrak senilai 14 miliar dolar AS telah didapatkan oleh produsen senjata terbesar Amerika Serikat tersebut dari Angkatan Udara AS (USAF).

Taiwan merupakan klien yang akan mendapatkan jumlah F-16V terbanyak dari pabrik LM di Greenville melalui mekanisme Penjualan Militer Asing (FMS).

Sementara empat negara lainnya yang juga akan mendapatkan F-16V melalui FMS adalah Bahrain, Slowakia, Bulgaria, dan Maroko.

Fasilitas produksi LM dibuka setelah fasilitas produksi F-16 di Fort Worth, Texas ditutup tiga tahun lalu.

Produksi pertama F-16V dari LM Greenville akan diluncurkan pada tahun depan, 2022.

Sementara untuk pesanan baru, seperti dikutip oleh Military Watch Magazine pada 19 Mei 2021, kemungkinan akan diproduksi setelah tahun 2027.

Produksi F-16V diprediksi akan meningkat seiring minat yang tumbuh dari sejumlah negara terhadap pesawat ini.

Selain memproduksi pesawat F-16V baru, secara simultan LM dan USAF melalui Air Force Life Cycle Management Center’s Fighters and Advanced Aircraft Directorate juga memproduksi 405 F-16V dari hasil peningkatan kemampuan F-16 lama untuk empat negara pemesan.

F-16AIstimewa

Melalui proses upgrade ini, pesawat F-16 lama akan ditingkatkan kemampuannya dengan sejumlah integrasi perangkat baru termasuk radar APG-83 AESA (Active Electronically Scanned Array).

F-16 saat ini digunakan oleh 25 negara. Pesawat tempur mesin tunggal ini pertama kali diproduksi oleh General Dynamics dan terbang perdana pada 20 Januari 1974.

USAF menggunakan F-16 mulai tahun 1978.

Tanto Eagle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *