Senator AS minta UEA tidak gunakan F-35 untuk menyerang Israel

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Meski Presiden Joe Biden telah memutuskan untuk melaksanakan penjualan 50 F-35A serta paket persenjataan lainnya kepada Uni Emirat Arab (UEA), dua Senator Demokrat tetap khawatir akan keamanan penjualan sistem persenjataan canggih itu.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Bob Menendez (D-N.J.) dan dan Senator Dianne Feinstein (D-Calif.), kedua senator itu, mengingatkan pemerintah akan keamanan teknologi sensitif F-35 dan eksesnya terhadap keamanan Israel dari penjualan ke UEA tersebut.

Penjualan 50 F-35A buatan Lockheed Martin senilai 10,4 miliar USD itu, kata mereka, harus disertai dengan jaminan pemerintah akan hal-hal yang dikhawatirkan terjadi nantinya.

“Saya tetap prihatin dengan implikasi dari penjualan jet tempur kami yang paling canggih mengingat banyak pertanyaan yang belum terjawab dan luar biasa tentang implikasi dari penjualan ini untuk keamanan nasional AS, kepentingan teknologi kami, dan implikasinya terhadap stabilitas regional termasuk parameter hukum akan keunggulan kualitatif militer Israel,” ujar Menendez seperti diberitakan Defense News.

Pada saat Presiden Donald Trump yang mengusulkan penjualan F-35A ke UEA tahun lalu, Menendez juga menentang keras niat itu hingga hari-hari terakhir Donald Trump lengser dari Gedung Putih.

Ia berpendapat, senjata yang dipasok oleh AS ke UEA akan digunakan dalam perang sipil di Libia dan Yaman. Belum lagi masalah kedekatan hubungan pemerintah Emirat dengan Rusia dan China.

“Jika Pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan era Trump ini, maka kita harus memberlakukan perlindungan untuk memastikan teknologi yang sangat sensitif dari pesawat ini tidak dikompromikan oleh kekuatan yang bermusuhan dengan Amerika Serikat, termasuk memastikan UEA menarik- kembali dari hubungan yang berkembang dengan China dan AS lainnya pesaing,” tandas Menendez.

Penjualan 50 F-35A, 18 MQ-9 Reaper, ribuan amunisi, dan ratusan rudal ke UEA senilai 23 miliar USD telah mendapat persetujuan Kongres AS semasa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kesepakatan itu menyusul penandatanganan Perjanjian Abraham antara Israel, Bahrain dan UEA, di mana negara-negara Arab setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Gedung Putih menyatakan keyakinannya bahwa UEA mampu melindungi teknologi yang diberikan dan akan bertanggung jawab terhadapnya.

Menendez dan Feinstein mengajukan RUU yang mewajibkan Presiden AS memastikan penjualan F-35A tidak akan membahayakan Israel dan pihak penerima senjata dalam hal ini UEA tidak akan memberikan persenjataan itu kepada musuh Israel dan AS.

Selama 10 tahun setelah F-35 dikirim, kata Menendez, presiden setiap tahun harus melaporkan bahwa penerima senjata tidak terlibat dalam operasi melawan Israel atau AS dan penjualan F-35 serta paket senjata lainnya itu aman serta tidak melanggar hak asasi manusia.

Roni Sont

One Reply to “Senator AS minta UEA tidak gunakan F-35 untuk menyerang Israel”

  1. Eleh pespur penuh masalah aja pun blagu bilang canggih, UEA terlalu bodoh membeli pespur penuh masalah ini belum lg ditambah dapat barang versi downgrade kw3,,buang2 uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *