Ramai dibicarakan F-15EX, F-16V dan F/A-18 malah lebih berpeluang

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Warganet di Indonesia tidak sabar menanti datangnya jet tempur F-15EX dari Amerika Serikat atau Dassault Rafale dari Perancis atau malah keduanya.

Akan tetapi, membeli pesawat tempur tentu tidak semudah yang dibayangkan.

Membeli pesawat banyak hal harus disiapkan, dari masalah teknis hingga non teknis. Proses kajian dijalankan termasuk penilaian ke pihak pabrikan maupun operator. Ada studi yang dilaksanakan.

Tak ketinggalan dan jadi faktor penting pula, adalah masalah pendanaan dan persetujuan pihak-pihak terkait baik di dalam maupun di luar negeri.

Proses lobi-lobi politik ikut menentukan berhasil tidaknya sebuah rencana program pembelian pesawat tempur dapat direalisasikan.

Singkat kata, rantainya panjang. Demikian juga dengan proses menuju kontrak, proses pembuatan, pengujian, hingga pesawat dikirimkan.

Jadi, memang butuh waktu. Kalau mau buru-buru sekalipun, tetap semuanya harus melalui tahapan yang harus dilalui agar dalam pembelian alutsista ini tidak terjadi penyimpangan atau kesalahan prosedur. Itulah sedikit gambaran yang dapat dipahami bersama.

Nah, terkait rencana Kementerian Pertahanan yang akan membeli F-15EX dan Rafale seperti ramai diberitakan, proses ini pun harus melalui tahapan-tahapan yang benar.

Khusus pesawat tempur dari Amerika Serikat, informasi terbaru yang Airspace Review dapatkan hari ini, kemungkinan besar pesawat yang akan dijajaki oleh Indonesia adalah F-16V dan F/A-18.

Tentang F-16V, ini tentu sangat beralasan karena Indonesia sudah memiliki pengalaman yang panjang mengoperasikan F-16, memiliki sumber daya manusia untuk perawatan dan operasionalnya, serta keandalannya yang telah terbukti hingga saat ini.

Dalam hal ini, penyederhanaan tipe pesawat tempur yang dimiliki oleh TNI AU pun dapat tercapai. Hal ini untuk mengurangi beban ongkos perawatan dan operasional di masa mendatang.

Akan tetapi, mengenai F/A-18 (tidak disebutkan variannya) ini memang merupakan pesawat baru bagi TNI AU kalaupun jadi dibeli.

Bisa saja pesawat ini dijajaki untuk mendapatkan kebutuhan pesawat tempur bermesin ganda apabila upaya mendapatkan F-15EX tidak tercapai.

Semuanya ini tentu masih dalam tahapan awal dan masih panjang prosesnya.

Dilihat dari peluang untuk TNI AU, kemungkinan besar memang ada di F-16V. Kita nantikan kabar selanjutnya.

Roni Sont

5 Replies to “Ramai dibicarakan F-15EX, F-16V dan F/A-18 malah lebih berpeluang”

  1. Xizizizizizzizi……rupanya amrik lebih paham isi dompet kita 😹😹😹

    Lagian ngapa pula mesti road show kalo yg didapat F-16V yg sudah direncanakan sejak awal 🤔

  2. Saab jas 39 gripen aja murah berkualitas
    Bisa take off dari pulau2 kecil di Indonesia
    Low operational cost – Jam latihan pilot bisa ditambah
    Compatible dng banyak sistem persenjataan
    Transfer of technology
    Bisa dicontoh Brazil

  3. Kalau memang F-16V bagus.

    Tetapi kalau F/A-18, masih lebih baik F-15. Minimal mesin F-15 ada comonality dengan F-16 kita sekarang. Kalau harus twin engine, tambah Rafale saja buat offset lebih besar.

  4. ini bukan masalah isi dompet, tp kekuatan indonesia harus bisa didikte australia dan tidak boleh kuat, alasan perawatan alasan yg sengaja dimunculkan us untuk bisa ngeles,,,gimana kagak di dikite, inilah efek paranoid lebay terhadap caatsa’ wong kita emang bener2 butuh pespur yg punya gigi tp emang sesuai isi kantong kita’ ya jawabannya ya emang produk rusia, situasi lcs menuntut kita untuk tidak perlu takut akan caatsa dan caatsa emang tidak pantas berlaku bagi negara2 yg terlibat dalam sengketa lcs, kita punya natuna yg emang bermasalah di lcs, lha mesir aja yg adem anyem aja berani tabrak caatsa, lha indonesia apa mau babak belur bila perang lcs meletus????

    1. Produk Rusia maintenancenya mahal & umurnya pendek, rasanya justru ga sesuai sama isi kantong kita.
      Unjuk gigi bukan cuma beli senjata langsung hebat, lagipula yang dijual itu produk versi export alias sudah di downgrade.
      Dan di LCS lawannya juga sama2 pakai produk Rusia yang pilotnya lebih berpengalaman pake barang Rusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *